Monday, 1 June 2015

NCW : " Tangkap Dan Penjarakan Anggota Dewan Penipu Rakyat"

Mulkansyah,Ketua NCW Kepri, Tampak Spanduk NCW terbentang di tembok depan kantor Kejari Batam. Foto Dok : dinamikakepri.com


Batam,Dinamika Kepri - Senin 1/6,terlihat spanduk NCW yang terbentang di tembok depan kantor Kejari Batam bertuliskan, " Tangkap dan penjarakan anggota dewan penipu rakyat .kunjungan kerja (Kunker) adalah pidana murni ".

Mulkansyah selaku ketua NCW Kepri kepada wartawan membenar adanya pemasangan spanduk tersebut,katanya mereka sengaja membentang  spanduk itu,sebagai membentuk protes dengan lambannya  kinerja Kejari Batam untuk menangani kasus dugaan dana Fiktif kunker Dprd Batam tersebut.Katanya,pihak kejari jangan asyik-asyik periksa saja ,tetapi tidak ada endingnya.

"Jangan asyik-asyik diperiksa tetapi tidak ada endingnya,nanti dibiar-biarin terakhirnya adem ayem,dan bisa-bisa masalah itu malah diambil alih oleh Badan kehormatan (BK),alasannya nanti kesalahan Admitratif,dan uang diambil dikembalikan,kalau menurut saya itu sudah jelas pidana murni,dan NCW berharap sekali kalau Pihak Kejari harus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terkait hal itu." Kata dia.

Selain itu,ketua  NCW Kepri  ini juga menduga, kalau ke 50 anggota dewan Dprd kota Batam itu,telah terlibat menikmati dan dana Fiktif kunker tersebut.

" Kalau dugaan saya,ke 50 anggota dewan itu terlibat." Katanya lagi.

Ketika wartawan ini menanyakan dasar asumsi dugaan tersebut,Mulkansyah mengatakan,kalau Kunker itu katanya bukan dilakukan oleh anggota dewannya, melainkan dilakukan oleh para staf-stafnya tau disebut sebagai jokinya.

" Setahu saya,stafnya yang berangkat Kunker itu adalah staf-stafnya,itulah  yang mewakili mereka-mereka,sedangkan mereka (Dewan=red)bisa duduk santai dirumah,makanya ada istilah Joki,lagian para staf itu tahu apa dengan Kunker tersebut ?." Ucapnya.

Menanggapi Asumsi dugaan dari ketua National Corruption Watch (NCW) tersebut,Jurado Siburian dari komisi III Dprd kota Batam mengatakan,kalau asumsi dugaan itu sah-sah saja,namun setidaknya ada dasar pembuktiannya.

" Kalau bagi saya,dugaan itu sah-sah saja,namun setidaknya  Asumsi dugaan itu memiliki  pembuktian yang mendasar,dan saya mengatakan, tidak semua anggota dewan terlibat itu ikut di dalamnya,dan saya sendiri mendukung agar masalah itu segera di tuntaskan.tentunya agar masyarakat mengetahui kebenarannya." Terang Jurado Siburian melalui ponselnya kepada wartawan ini,Senin 1/6/2015.

Terkait adanya spanduk NCW yang terbentang di di tembok Kejari,di tempat terpisah,awak media ini mencoba meminta tanggapan kepada Kasi Pidsus Kejari Batam,yaitu Tengku Firdaus,melalui pesan singkat dari poselnya  Ia menanggapi tulisnya,silakan saja.

" Silakan saja,yang jelas kami kerja dengan profesional tidak terpengaruh adanya tekanan dari manapun." balas Tengku Firdaus singkat via celularnya.

Diketahui,tahun 2015 Sekretariat DPRD Kota Batam telah menganggarkan Rp 21,3 miliar untuk kegiatan kunjungan kerja anggota DPRD Kota Batam.dimana setiap wakil rakyat dijatah 35 kali kunker. Di antaranya 34 kali kunker di dalam negeri dan sekali jatah kunker ke luar negeri.Diduga dengan banyaknya jadwal kunker tersebut,membuat anggota dewan telah kelelahan sehinga mencari cara hingga menggunakan joki,walau tidak berangkat kunker,tetapi anggaran tetap bisa di terima, sebagaimana asumsi dugaan yang dimaksudkan oleh Ketua NCW tersebut.



Editor : Agus Budi