Thursday, 4 June 2015

Menaker Imbau, Perusahaan wajib bayarkan THR 2 minggu sebelum lebaran

Jakarta,Dinamika Kepri - Sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan jelang lebaran. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengimbau kepada perusahaan untuk memberikan THR 2 minggu jelang lebaran.

Hanif menjelaskan, berdasarkan aturan dari Kementerian Tenaga Kerja, perusahaan diwajibkan untuk memberikan THR paling lambat 1 minggu sebelum hari raya. Regulasi ini tetap berlaku meski dia mengimbau untuk diberikan 2 minggu sebelum hari raya.

"THR intinya by regulasi kita yang ada, Permen Tahun 2004, THR harus dibayarkan itu kan seminggu. Regulasinya tetap begitu, seminggu sebelumnya harus dibayarkan. Tapi saya mengimbau kalau bisa 2 minggu sebelumnya. 2 minggu sebelumnya ini imbauan, tapi untuk regulasinya tetap," ujar Hanif saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).

Terkait imbauannya itu, Hanif berasalan untuk memudahkan karyawan mempersiapkan diri pulang kampung.

"Karena untuk membantu biar kepulangan mudik lebih mudah. Sehingga mereka punya spare waktu lebih panjang untuk mengurusi rencana-rencana mudik," katanya.

Untuk nominal, perusahaan wajib memberikan sebesar nilai satu bulan gaji. "Kalau yang kerjanya di atas tiga bulan kurang dari setahun ada rumusnya. Lama bulan dia bekerja dibagi 12 dikali gaji dia," jelas Hanif.

Hanif juga mengatakan, pihaknya akan membuat pos pengawasan pembagian THR. Bagi perusahaan yang tidak memberikan THR akan dikenakan sanksi.

"Nanti di daerah ada posko pemantauan mengenai pelaksanaan pemberian THR. Ada sanksinya (bagi yang tidak memberikan). Jangan sampai tidak dilaksanakan sesuai aturan," jelas Hanif.(dtk)