Sunday, 14 June 2015

Humas BP Batam," Tidak Ada Mafia Lahan Di BP Batam''

Batam,Dinamika Kepri - Terkait banyaknya rumor yang mengatakan BP Batam adalah tempatnya sarang Mafia lahan, sebelumnya seperti yang sudah ditulis oleh media harian Batampos.co.id, yang memberitakan bahwa, Gubernur Kepri HM Sani pada Tanggal 8/3/2015 lalu, meminta, agar aparat penegak hukum tidak perlu takut memproses para mafia lahan, termasuk pejabat pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mengalokasikan lahan, tetap akan diproses secara hukum jika ada pejabat yang dimaksud terlibat dalam permainan kotor itu.

Bahkan Sani menjawab, terkait maraknya kongkalingkong pengalokasian lahan di Batam kini telah menyebabkan semrawutnya tata ruang Kota Batam.

“Kita harapkan tidak ada mafia lahan di Batam. Nanti kita adakan pertemuan dengan instansi terkait lainnya agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujar Sani Minggu (8/3/2015).

Selain itu, Sani juga mengingatkan para pejabat yang berhubungan dengan lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam agar patuh pada aturan yang berlaku.

 “Saya ingatkan kepada mereka yang menangani masalah lahan kiranya dalam mengalokasikan lahan harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,”  Pesan ketua dewan FTZ Provinsi Kepri itu.

Menanggapi banyaknya rumor yang mengatakan bahwa BP Batam tempatnya sarang para Mafia lahan di Batam, kepada wartawan media ini (14/6),Purnomo Andiantono selaku Direktur Promosi dan Humas BP Batam, ketika di confirmasi, Ia mengatakan,itu tidak benar.

" Itu tidak benar, BP Kawasan menjalankan tugas  sesuai prosedurnya, tidak ada Mafia lahan seperti yang dimaksudkan, jika memang ada pelanggaran yang ditemukan,sebaik lansung saja dilaporkan kepengadilan. " Kata dia.

Menanggapi Pernyataan  yang seperti diutarakan oleh Gubernur Kepri HM Sani ,Purnomo Andi Antono yang baru beberapa bulan menduduki jabatannya sebagai Direktur Promosi dan Humas BP Batam itu,mengatakan sah-sah saja jika beropini seperti itu.

 " Sah-sah saja jika beropini seperti itu, Namun dengan adanya Opini demikian, tentunya telah membuat riak yang tidak baik,berita-berita tentang kita, juga dibaca orang luar seperti Malaysia dan Singapura, akibat dari berita-berita tersebut, membuat  mereka takut untuk berinvestasi di Batam." Katanya lagi.

Selain itu,Humas BP Batam ini juga menjelaskan,kalau lahan di Batam ini,tidak diperjual belikan,tetapi hanya disewakan selama per 30 Tahun saja,Bahkan ia mengatakan kalau selama ini BP Kawasan bekerja sesuai prosedur.

" Lahan di Batam ini,tidak diperjual belikan,tetapi hanya disewakan selama per 30 Tahun, selama ini BP Kawasan bekerja sesuai dengan prosedur, makanya sampai saat ini, belum ada kasus masalah lahan di BP Batam." Ucapnya Optimis.

Terkait pernyataan Humas BP yang mengatakan,jika ada menemukan pelanggaran dan bukti-buktinya, siapa saja bisa langsung melaporkannya ke pengadilan.

"Kalau memang ada bukti-bukti pelanggaran, Ya laporkan saja ke Pengadilan." Pungkasnya mengakhiri via Ponselnya kepada wartawan ini. 

Editor : Agus Budi T