Wednesday, 3 June 2015

Buruh Demo Minta Dana Pensiun

Tampak ,Walikota Batam,Ahmad Dahlan menandatangani Surat usulan dana pensiun dari Tenaga kerja.

Batam,Dinamika Kepri - Rabu,3/6,ratusan pekerja dari FSPMI berorasi di depan  kantor walikota Batam,mereka  menuntut agar pemerintah kota Batam dapat menjembatani menyampaikan  aspirasi  mereka kepada pemerintah pusat, supaya tenaga kerja juga layak mendapatkan dana pensiun seperti pegawai negeri (PNS) pada umumnya.

Kata orator dalam orasinya," Tenga kerja atau buruh perusahaan juga layak mendapatkan dana pensiun seperti PNS,apa bedanya seperti PNS ,kami juga masyarakat indonesia,jangan buat kami jadi masyarakat nomor 2 di negara ini,jangan ada diskriminasi.kami (buruh=red) juga tidak mau menderita sesudah tua nanti." 

Akhirnya Walikota Batam bersedia menemui mereka,beberapa perwakilan buruh duduk bersama walikota Batam,Ahmad Dahlan di depan kantor Pemko Batam. kepada walikota Batam,seorang Perwakilan buruh meminta,agar pemerintah Batam dapat menyampaikan konsep dana Pensiun kepemerintah Pusat.mendengar permintaan perwakilan  buruh tersebut ,walikota berjanji akan menyampaikan hal itu.kata Walikota rancangan itu akan segera disampaikan langsung kepada menteri yang bersangkutan.

Dahlan juga mengatakan ,kalau konsep yang dibuat buruh tersebut  sangat baik,bahkan Walikota juga telah melihat negara-negara luar yang sudah menjalankan hal tersebut.Kenangnya , kalau ia juga sempat terheran-heran ketika melihat warga Korea dan Singapura yang berkunjung ke indonesia.

" Saya juga sempat heran  ketika melihat warga negara luar seperti Korea dan Singapura yang datang ke indonesia ,aku lihat kenapa semuanya sudah tua-tua?,  Iya itu tadi negaranya sudah menjamin mereka,nah kenapa itu kita tidak melakukannya, saya berjanji akan menyampaikan usulan ini ke pemerintah pusat langsung kementerinya." Kata Ahmad Dahlan.

Mendengar pernyataan walikota itu,para pengunjuk rasa memberikan aplous tepuk tangan ,selain itu aksi demo juga berjalan damai dan berakhir pada jam 11 : 45 Wib. 


Editor : Agus Budi T.