Wednesday, 10 June 2015

Bea dan Cukai Batam, Berhasil gagalkan upaya penyelundupan uang tunai senilai Rp 1,4 miliar Ke Malaysia

Batam,Dinamika Kepri-Petugas keamanan bea dan cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan uang tunai senilai Rp 1,4 miliar dari Pelabuhan Internasional Batam Center,ke Malaysia. Tiga pelaku sempat diperiksa dalam kasus ini.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (10/6/2015), Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Noegroho Wahyu Widodo menyatakan, upaya penyelundupan uang itu dilakukan tiga orang.

Dua pelaku diketahui merupakan Warga Negara (WN) Malaysia, yakni Logarajan Raman dan Alexander Francis. Sementara seorang lainnya merupakan warga Batam, Tini Kalizah.

Diketahui para pelaku akan berangkat dari Batam, Kepulauan Riau, menuju Pelabuhan Stulang Laut,Johor Bahru, Malaysia pada Selasa (9/6). Saat melewati pintu pemeriksaan, petugas curiga. Setelah diperiksa, ditemukan uang yang dililitkan di tubuh pelaku, dan ada juga uang yang ditemukan dalam tas bawaan pelaku.

"Barang bukti uang senilai Rp 1,4 miliar, langsung dibawa ke kantor Bea dan Cukai Batam," kata Noegroho.

Disebutkan, Noegroho berdasarkan pemeriksaan pelaku menyatakan uang yang terdiri dari uang Rupiah dan Ringgit itu bersumber dari hasil dari penagihan atau debt collector. Terhadap ketiganya tidak dilakukan penahanan, namun dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang dikeluarkan Bank Indonesia.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 4/8/PBI/2002 tentang Persyaratan dan Tata Cara Membawa Uang Rupiah Keluar atau masuk Wilayah Pabean Republik Indonesia menyebutkan, setiap orang yang membawa uang Rupiah sebesar Rp 100 juta atau lebih keluar wilayah pabean Republik Indonesia, wajib memperoleh izin dari Bank Indonesia. Melanggar ketentuan ini, akan dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar 10 persen dari jumlah uang Rupiah yang dibawa, dengan batas maksimal pengenaan sanksi sebesar Rp 300 juta.(LN)


Editor : Agus Budi T