Wednesday, 3 June 2015

Bapedalda Batam ,Tangkap Penambang Pasir ilegal

Batam,Dinamika Kepri-Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam,kini telah menetapkan ZF sebagai tersangka dalam perusakan lingkungan dengan pasal melakukan kegiatan menambang pasir tanpa izin.

ZF adalah sebagai pelaku kasus penambangan pasir ilegal di Tanjung Kelingking, Rempang dijerat pasal UU 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup perusakan lingkungan dan pasal melakukan kegiatan tanpa izin.

Penetapan ZF sebagai tersangka disampaikan oleh Kepala Bapedalda Kota Batam yaitu Ir.Dendi Purnomo kepada media ini,pada Senin,(3/6/2015),bahwa tersangka diduga telah melakukan kegiatannya sejak 2008 dan melakukan penambangan ilegal dengan merusak hutan buru rempang seluas lebih kurang 12 Ha.

Dendi juga menambahkan," Dalam hal ini,PPNS Bapedal telah memeriksa 14 org saksi,diantaranya pemilik lahan dan seorang notaris Batam."

Dalam penyelidikan kepada para tersangka, Dendi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyita 3 mesin pompa dan beberapa dokumen lahan serta peta lahan seluas kurang lebih dari 100 Ha.

" Disamping itu, Bapedal juga telah mengirim SPDP, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada Kejaksaan Negeri Batam pada minggu yang lalu,"Jelas Dendi Via celularnya.

Selain itu juga, Ketua Boxer Kota Batam tersebut memaparkan tidak tertutup kemungkinan kalau Bapedal akan menetapkan tersangka lain yang terlibat dalam penambangan pasir ilegal di Rempang itu.

" Penetapan kepada tersangka ini merupakan tindak lanjut penertiban yg dilakukan Bapedal bersama Kodim Batam pada bulan Mei yang lalu," Ujar Dendi.

Selain masalah tersebut Bapedal telah juga sedang melakukan penyidikan kasus perusakan Hutan Mangrove seluas kurang lebih 6 Ha, di Galang baru yang mana melibatkan warga negara asing,dan Zf sendiri, selaku pengusaha tambang pasir diduga sudah lama melakukan bisnis ilegal ini,tegas Dendi.

Dan untuk saat ini,masih kata Dendi,kasus Galang baru berdasarkan pengakuan dari pelaku yakni berencana akan mengembangkan tambak udang dipinggir pantai.

" Dan saat ini, Bapedal telah menyita sementara beberapa alat berat dan dump truck yang digunakan dalam aktifitas pematangan lahan tanpa ijin dikawasan hutan lindung,sehingga merusak mangrove,” tutup Dendi Purnomo. ( LN)


Editor : Agus Budi T