Friday, 19 June 2015

Anggota Dewan Batam Kesal, Sebab Walikota Tak kunjung Undang Pemerintah Jerman Datang Ke Batam

Batam,Dinamika Kepri -Terkait kunjungan sebanyak tujuh anggota Komisi IV DPRD Kota Batam yang sebelumnya telah mengunjungi Jerman dan Swiss pada tangga 20 hingga 27 April  2015 lalu,ternyata saat ini sedikit menyisahkan kekesalan bagi anggota dewan komisi IV terhadap Walikota Batam.

Pasalnya sampai,saat ini Walikota Batam,belum juga menyurati atau mengundang Pemerintah Jerman untuk datang bertandang ke Pulau Batam sebagai bentuk timbal balik dari hasil kunjungan kerja (Kunker) komisi IV dengan pihak pemerintah Jerman sebelumnya.

Untuk memastikan hal terkait masalah undangan kepemerintah Jerman itu,awak media ini mencoba konfirmasinya kepada Humas Pemko Batam,Ardi Winata (19/6),Ia mengatakan tunggu sebentar,namun hingga berita ini diunggah,Ardi belum juga memberikan jawabannya.

Sebelumnya pada tanggal 17/6/2015 lalu,sebelum usai sidang paripurna Ke II itu,Anggota Dprd Kota dari komisi IV,H.Fauzan melalui intrupsinya,mempetanyakan perihal undangan itu langsung kepada Walikota Batam,Ahmad Dahlan,Ia bertanya,apakah undangan ke Jerman  itu sudah dikirimkan.

Bahkan,H.haji Fauzan juga menirukan pernyataan Ardi Winata selaku humas Pemko Batam,yang mengatakan akan berjanji melakukan Confrensi PERS  terkait hal itu.

"Humas juga jsudah janji akan melakukan Jumpa PERS mengenai hal itu,namun tidak tahu,apakah sudah dilakukan atau tidak," Ucap H. Fauzan melalui Ponselnya kepada wartawan ini (19/6).

Sebelumnya,pada tanggal 20/4/2015 lalu, ada tujuh orang anggota komisi IV yang melakukan Kunjungan kerja kerja (Kunker) ke Jerman, yakni ‎Riky Indrakari, Udin P Sihaloho, Ganda Tiur, Ides Madri, Marlon Brando Siahaan, Fauzan dan Ubaingan Sigalingging.

Keberangkatan mereka ke Jerman itu,ternyata banyak mendapat kritikan dari masyarakat Batam,yang katanya kepergian mereka ke Jerman hanyalah untuk menghambur-hamburan anggaran.Padahal dari pengakuan beberapa anggota Dewan berangkat ke Jerman itu,mereka hanya diberikan  Rp 4,2 juta perorangnya untuk biaya belanja selama satu minggu berada disana.
 
Kepada media ini.H.Fauzan mengungkapkan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan berapa anggaran yang diberikan kepad mereka ketika ke Jerman itu,Ia hanya menginginkan kalau hasil perjuangan kunker mereka diperhatikan,dimana tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan berinovasi di Batam dan jangan disia-siakan oleh pemerintah kota Batam.

Dengan itu,H.Fauzan melihat bahwa langkah walikota Batam  untuk mengundang pemerintah Jerman datang  Ke Batam dinilainya sangat lamban,padahal hasil kerja kunjungan mereka ke Jeman itu kata H.Fauzan sudah sampai hingga Menteri dalam Negeri (Mendagri).

" Kalau seperti ini,pertama,masyarakat akan menilai semakin jelas dengan  kinerja Walikota Batam melalui dinas pendidikannya,dan perlu saya ingatkan bahwa hasil kunjungan kerja ini sudah sampai juga ke  Mendagri,dan sudah pasti punya penilaian sendiri terhadap kinerja Walikota Batam ini,selain itu,masyarakat harus tahu,bahwa tugas Dprd ke Jerman untuk membangun dan meningkatkan mutu pendidikan Batam ini,kami sudah serius dan tinggal pelaksanaannya saja, dan saya sendiri cukup terganggu  dengan berita-berita saat kita mau melakukan perjalanan ke Jerman itu,kesannya kalau Dprd kota Batam pergi ke Jerman hanya untuk menghambur-hamburkan uang." Ucap H. Fauzan menjelaskan.


Sebelumnya,Komisi IV DPRD Batam melalui confrensi PERS juga sudah menyampaikan apa hasil kunker mereka selama ke Jerman dan Swiss tersebut.

Dimana hasil kunjungan kerja  komisi IV itu, juga di ikuti dari unsur pemko Batam,yaitu dari Dinas Pendidikan, Bappeda serta SMK I dan SMK II,katanya semua itu dilakukan dalam kerangka memperkuat rencana peraturan daerah (Ranperda) tentang pemberdayaan pemuda untuk pembangunan ekonomi berbasis inovasi,baik Ministeriun Fur Kultus Jugend Und Sport,selain itu,kata kata Ricky Indrakari, Ketua Komisi IV DPRD Batam saat konferensi pers,Senin (4/5/2015) lalu,pihak  Jerman juga telah menyetujui rancangan kerjasama untuk membantu pengembangan dual system pendidikan kejuruan di Pulau Batam.



Editor : Agus Budi T