Thursday, 11 June 2015

Aksi Penjualan Pulau Nirup, Marak diperbincangkan di jejaring sosial facebook


Batam,Dinamika Kepri - Ketua Komisi I DPRD Batam Nyangnyang Haris Fratamura geram terhadap maraknya aksi penjualan pulau di perairan Kepri baik yang dilakukan melalui Internet maupun jejaring media sosial. Dia menegaskan bahwa jual beli Pulau seperti itu di larang oleh Negara.

"Jual beli pulau itu tidak boleh apa lagi ini di pulau terdepan kawasan perbatasan," ujar Nyangnyang saat di konfirmasi, Selasa (9/6).

Menanggapi soal penjualan Pulau Nirup dengan Luas 99,785 m2 ini,Pulau disekitar belakang padang itu,di badrol dengan harga $SGD,3.500.000 atau sertara dengan Rp 34.608.000.000 (Rp 34.6 miliar=red),penawaran harga pulau yang berkordinat di 1" 7 '35.000" U 103"49' 39.000" T tersebut,di muat melalui akun facebook dengan nama Wewen Gobel, akibatnya, banyak orang yang mengecam keras dirinya.

Nyangnyang kembali menjelaskan,bahwa tidak ada jual-beli yang dibolehkan atas pulau-pulau kecil tersebut sesuai dengan UU 27 No.2007 sebagai dasar dari pengelolaan pesisir. Setelah itu muncul regulasi Peraturan Pemerintah (PP) No.62 tahun 2010, Peraturan Menteri (Permen) 20 tahun 2008 terkait pemanfataan dan pengelolaan pulau-pulau kecil.

Sementara itu, dari penelusuran ditemukan,bahwa pemilik akun facebok Wewen Gobel yang merupakan agen real estate dari salah satu pengembang atau developer yang ada di Batam. Namun hingga saat ini belum ada keterangan apapun terkait motif pasang iklan di facebook tersebut.(LN)

Editor : Agus Budi T