Wednesday, 27 May 2015

Sidang KDRT Terhadap Sriwahyuni Lidia di Gelar

Batam,Dinamika Kepri - Pengadilan Negeri Batam pada hari Rabu 27/5/2015,kembali menggelar sidang  yang kedua kalinya untuk mendengar pernyataan dari saksi,dimana saksi ini juga diketahui  sebagai korban dari dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi 8 bulan lalu.

Dalam kesaksiannya dalam sidang, Sriwahyuni Lidia (31) yang sudah memiliki 6 orang anak ini, dalam persidangan menuduh suaminya  yaitu M.Rosit Bin Kosim (70) yaitu warga Singapura  itu telah melakukan penganiayan terhadap dirinya pada 8 bulan lalu di Hotel Indomas Jodoh, Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Akbat dari kejadian itu, menurut saksi kalau ia telah mengalami luka pada jidatnya kala itu,dan melaporkannya kepolisi Sektor Batu Ampar.

Selain itu ,Saksi juga  meminta kepada majelis hakim agar menghukum suaminya itu dengan dihukum seberat-beratnya,Namun  Saksi juga meminta agar suaminya itu tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan  anak-anaknya hingga ke Universitas.

Mendengar permintaan Saksi,akhirnya membuat sedikit kelucuan di dalam sidang,sebelum menutup sidang tersebut,Majelis hakim juga sempat mempertanyakan keterangan saksi itu kepada M.Rosit Bin Kosim suami korban, M.Rosit yang didampingi pengacaranya Herman SH itu,M.Rosit membantah kalau semua pernyataan saksi tersebut tidak benar.

" Itu tidak benar Pak." Tegas Muhammad Rosit kepada Majelis Hakim.

Namun Saksi mengatakan,kalau semua yang diucapkan adalah benar,bahkan saksi juga bersumpah atas pernyataanya itu.Kata saksi semua itu benar  dan bersumpah demi Allah dan Rasulluloh,Ucap saksi saat itu.

Akhirnya majelis hakim menunda sidang  dan akan melanjutkannya sidang tersebut pada Hari kamis,4/6/2015 mendatang.bahkan sebelum saksi meninggalkan ruang sidang,ketua dan anggota majelis hakim  juga sempat berpesan kepada Saksi yang sekaligus korban KDRT itu, agar tetap tegar menjalani hidup  untuk dapat menafkahi ke 6 anaknya.

Editor : Agus Budi T.