Sunday, 3 May 2015

Prediksi para ilmuan,Tahun 2030 Penduduk Dunia Capai 9 Miliar jiwa

Dinamika Kepri – Di Tahun 2015 ini tercatat penduduk dunia  telah mencapai sebanyak  7 Miliar jiwa  dari   195 negara ,bahkan di setiap tahunnya, penduduk dunia bertambah hingga 15 % . angka kelahiran begitu tinggi membuat para ilmuan dunia memprediksi ,kalau penduduk dunia akan mencapai 9 miliar pada tahun 2030 mendatang karena angka kelaihiran akan meningkat 2 kali lipat dari angka rata-rata sebelumnya.

Dengan itu,para ilmuan kini tengah serius dan terus mencari solusinya,mereka berusaha menemukan solusi pangan dan energy untuk kelangsungan manusia nantinya.banyak hal yang mereka lakukakan,mencari solusi bagaimana,agar ketahanan pangan dan energy di dunia agar siap menyambut pertambahan yang ditaksir akan mencapai 2 miliar lagi.

Luas bumi 510.072.000 km² 148.940.000 km² daratan (29,2 %) 361.132.000 km² perairan (70,8 %),namun air yang bisa digunakan hanya  mencapai 3%(air tawar)dari air yang ada,sedabgkan air selebihnaya adalah air laut,sama halnya dengan daratan hanya  2,5% yang bisa digunankan untuk bercocok tanam atau pertanian.selainnya adalah pemukiman,gurun pasir dan bebatuan.

Hidup membutuh pangan dan energy,selain pangan yang membutuh air,persedian Energy bumi seperti gas dan minyak bumi diketahui juga sudah semakin menipis.akibatnya masalah tersebut  akan menjadi tantangan global dalam kehidupan.

Di Indonesia sendiri,minat bertani itu sangat rendah,kebanyakan masyarakat Indonesia memilih hidup di kota ketimbang hidup bertani di desanya,dimana sikap itu telah menjadi budaya ,orang yang bertani akan digariskan kedalam  sosialnya akan dianggap rendah.sehingga orang yang telah  lulus pendidikan kebanykan memilih meninggalkan kampung halaman dan hidup di kota berhimpintan dengan penduduk pendatan lainnya .

Di Daerah pulau jawa sendiri,Kini banyak lahan persawahan yang telah berubah menjadi perumahan dan pusat perbelanjaan.kenapa itu bisa terjadi?,tentunya selain dampak peningakatan dari jumlah penduduk ,juga telah luput  dari pengawasan pemerintah,hingga terabainya ketahanan pangan.


Ironisnya kalau dewasa ini,pemerintah saat ini cendrung lebih memperhatikan pembangunan Infrastruktur dari pada memperhatikan  ketahanan pangan.akibatnya,Mall-mall ada dimana-mana,pembangunan perumahan berkembang pesat,hingga lahan pertanian jadi berkurang.

Kini Jumlah penduduk Indonesia di tahun 2015 ini,telah mencapai 252.370.792 jiwa,dan bisa dibayangkan berapa ton pangan dan energy yang dihabiskan untuk setiap harinya.

Padatnya penduduk Indonesia saat ini, diduga tidak terlepas dari minimnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjalankan program keluarga berencana (KB).padahal pemerintah sudah sering mengingatkan agar pentingnya hidup berkeluarga berencana  dengan slogan “cukup 2 anak”. 

Seruan itu selalu diingatkan, dimana  agar kelansungan generasi bangsa tetap baik dan seimbang.artinya,kenapa keluarga  berencana itu di perlukan ?,tujuannya agar perhintungan jumlah penduduk tetap konsisten dan kebutuhan pangan tetap tercukupi.selain pangan dan energy tercukupi, juga  dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dimasa depan.

Semakin banyak orang,tentu semakin banyak pula kebutuhannya.contohnya Negara Brunai Darusalam,penduduknya  sedikit yang hanya berjumlah 253.609.643 jiwa (estimasi Juli 2014),maka tidak heran, kalau ada issu yang mengatakan,jika orang yang pengangguran di Negara itu,juga di gaji oleh pemerintahnya.

Kini Kepadatan penduduk bukan lagi masalah nasional, melainkan  sudah menjadi masalah Global,dan tidak bisa di bayangkan, jika penduduk dunia mencapai 9 miliar jiwa.tentunya dapat  berakibat dampak negatif pada ketentraman dunia.

Sebelum itu terjadi,mari kita mulai dari diri kita sendiri, mari  menjaga kelansungan hidup kita ini dengan baik ,mulailah  berhemat  menggunakan energy,menjaga kelestarian alam,tidak menebangi pohon sembarangan,hindari penggunaan rumah berkaca,mulailah hidup dengan  terencana dengan berkeluarga cukup 2 anak,patuhi anjuran pemerintah,tentunya agar  kelansungan hidup anak cucu kita tetap terjaga sesuai yang kita harapkan.



Editor : Agus Budi T



loading...