Sunday, 3 May 2015

Pejabat oknum BP Batam Diduga Panen Fee, Ubah Fungsi Row Jalan Tetap Eksis, Angkringan Marak Berdiri Bak Cendawan di Musim Hujan

Batam,Dinamika Kepri - Sepertinya  para pejabat oknum BP Batam yang terkesan rakus dengan tindak gratifikasi  belum puas sebelum melihat tatanan kota Batam itu,benar-benar hancur total.  dimana sikap itu terlihat dengan semakin maraknya peralih fungsian Row Jalan di Batam hingga  menjadi tempat angkringan,salah satunya seperti yang sedang dibangun saat ini yaitu.di Row jalan Simpang Base came Batu Aji.

Kini pembangunan angkringan itu sudah mencapai 40%, dan waktu dekat ini,angkringan tersebut sudah siap pasarkan dengan ongkos sewa yang luar biasa.sepertinya Bisnis membangun tempat/lapak kios Angkringan di Row jalan menjadi bisnis yang menguntungkan baik bagi pemgelola maupun pemberi izinnya  yaitu BP Batam.

Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mempunyai tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan suatu kondisi daerah yang tenteram,juga terkesan ikut membiarkan pendirian-pedirian kios Angkringan di Row Jalan tersebut.padahal mereka sangat mengetahui apa dampaknya dikemudian hari.

Namun karena ada dugaan ikut menikmati Suap (gratifikasi) tersebut, membuat mereka tega tutup mata,kesannya ,masalah belakangan yang ada uang masuknya.intinya kalau  Satpol PP Batam bekerja pada tupoksinya,tentuya kios-kios Angkringan tersebut tak akan pernah ada.

Pertanyaan,Kenapa para media fokus memberitakan pendirian Ankringan di Row jalan,row jalan adalah Bahu Jalan,yang seketika waktu akan digunakan untuk pelebaran jalan,maka setiap Bangunan yang berdiri di sekitar DMJ (daerah milik Jalan) atau Right of way (ROW) ilegal.

Row jalan bukan milik perongngan hingga bisa diperjual belikan kepada siapa saja,seperti yang terjadi saat ini di Pulau Batam,jangankan kios Angkringan,Ruko dan Hotel juga telah berdiri diatasnya.

Maraknya pendirian bangunan diatas Row jalan,tentunya akan menimbulkan dilema diwaktu mendatang,sedangkan warga yang tinggal di rumah liar (Ruli) tidak membayar tempat tinggalnya(Gratis),namun mereka rela mati-matian membela untuk mempertahankan hak-haknya yang tidak mendasar. apalagi yang sudah membayar hingga mencapai puluhan juta untuk membayar lapak kiosnya,tentunya untuk mempertahankan itu,tidak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi.

Menilik Dari sejarah penggusuran Ruli yang ada di Batam saja,diketahui  tidak sedikit  telah memakan korban hingga ada yang kehilangan nyawa,Namun dari melihat history itu,BP Batam  terkesan minim untuk menyikapinya.kesannya,yang penting masa dijabatannya ini,olah apa yang bisa diolah,ya di olah saja,toh pada masa nanti akan tiba,dirinya sudah tidak menjabat lagi.dan bukan urusannya lagi.

Mungkin seperti itulah faham yang dianut oleh beberapa oknum pejabat Bp Batam hingga sudi mengizinkan mendirikan bangunan di setiap Row jalan.

Dwi Djoko Wiwoho  Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Hubungan Masyarakat (Humas) di BP Batam,beberapa waktu lalu (2/4) kepada awak media ini,juga pernah mengatakan,kalau Pihak BP Batam akan segera mengambil tindakan terhadap pendirian Angkiringan di Row Jalan,menurutnya itu tidak bisa dilakukan,bahkan ia menjelaskan kalau pendirian bangunan angkringan di Row jalan hanya bersifat sementara.

" Ya enggak bisalah." Ucapnya singkat via celular kepada awak media ini.

Namun dari pernyataannya Dwi Djoko Wiwoho yang mengatakan itu hanya bersifat sementara,terkesan ada sinyal lampu hijau agar pendirian bangunan di Row jalan tetap berlanjut.

Senada dengan Pernyataan Humas Pemko Batam beberapa waktu lalu kepada awak media ini,Ardi Winata,katanya pihak pemerintah kota Batam  akan segera mengambil tindakan terhadap pendirian Angkringan di Row jalan.Namun hingga saat ini  tindakan yang dimaksud belum juga dilakukan,bahkan pendirian angkringan di Row jalan makin marak bak cendawan di musim hujan.

Selain merusak fungsi row jalan sebagai zona penyangga di tepian jalan,keberadaan bangunan di Row jalan tentunya akan menimbulkan kemacetan,apalagi row jalan itu dialih fungsikan menjadi angkringan atau tempat jajanan,tentunya akan mengundang keramaian,maka dengan itu kendaraan akan banyak terparkir disana dan akan menggangu pengguna kendaraan yang lain.



Editor : Agus Budi T