Tuesday, 12 May 2015

M.Prijo Putranto Hutomo,ST : " Itu Bukan Proyek Tetapi Program "

Batam,Dinamika Kepri - Terkait Proyek Kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) pada tahun 2006 di dapur 12 Sei Pelungut,Sagalung Batam yang disinyalir gagal prodak.

M.Prijo Putranto Hutomo,ST yang saat ini menjabat sebagai  Kasi Monitoring Infrastruktur Pemukiman BP Batam angkat bicara,katanya kalau Proyek Kementerian perumahan rakyat tersebut,kepada awak media ini mengatakan,itu bukan proyek melainkan Program.

" Itu Bukan proyek tetapi program,artinya membuat program rumah murah bagi warga yang belum memiliki rumah." Terangnya,selasa 12/5 ketika awak media ini menyambangi meja  kerjanya.

Ketika ditanya siapa penyelenggara kemenpera tahun 2006 itu,Prijo menjawab katanya "Swadaya",selain itu ia juga mengatakan tidak mengetahui persis bagaimana tentang kronologisnya.

" Ketika Saya menjabat sebagai Kasi Monitoring Infrastruktur Pemukiman dahulu,Program itu sudah berjalan,jadi saya kurang begitu memahaminya,setahu saya,Pak Boi lah yang lebih mengetahui,saya juga pernah terkejut ketika  warga di sana  datang mempertanyakan hal itu kepada saya.'' Terangnya.

Terkait pernyataan Ilham yang kini telah menjabat sebagai kepala biro di BP Batam yang mengatakan " itu proyek Kemenpera dan anggaranya juga dari Kemenpera ", seperti pemberitaan yang sudah dilansir oleh media ini pada senin 11/5/2015,ditanggapinya,katanya itu salah pernyataan.

"Itu mungkin salah Pernyataan saja,itu bukan Proyek kemenpera,itu program yang dicanangkan untuk rumah murah,kalau tidak salah kemenpera hanya membangun 3 unit rumah sebagai contohnya saja,dan selanjut di bangun swasta,swasta maksudnya swadaya." Ucapnya.

Terkait informasi yang menyatakan kalau kemenpera akan membangun 3000 unit rumah murah di dapur 12 Sei Pelungut,Sagalung Batam tersebut,Prijo menampik,katanya tidak sampai segitunya.

" Tidak sampai segitulah,kalau setahu saya paling antara 600 sampai 700 unitlah." Pungkasnya.

Sementara itu,Kasi Monitoring Infrastruktur Pemukiman BP Batam itu.juga mengaku kalau yang terbangun hanya ada sebanyak 85 unit dan mengatakan sebagaian bagunan memang ada yang rusak.

Selain itu ia juga mengaku kalau saat ini rumah yang sudah dihuni warga itu telah direspon oleh Bank Dana Nusantara,bahkan Ia juga mengatakan kalau program yang dimaksudnya itu akan dibangun kembali dengan cara bertahap.

" Ya..tentunya akan di bangun kembali,namun secara bertahap." Ucap lagi.

Sebelum mengakhiri perbincangannya dengan awak media ini,ia juga menegaskan kembali kalau dirinya tidak begitu mengetahui persis  bagaimana  Kronologis tentang pembangunan rumah murah tersebut.

 

 Editor : Agus Budi