Wednesday, 20 May 2015

Korban KDRT di Paksa Oknum Jaksa hadiri Sidang

Ibu Korban (Mega)  : “ Hukum di Indonesia ini ,Runcingnya  runcing ke bawah bukan runcing keatas “.

Batam,Dinamika Kepri  - Laporan Kasus kekerasan dalam rumah tangga(KDRT)  Terhadap  Sri Wahyuni  yang dilakukan oleh suaminya yang berkewargaan negara  Singapura beranisial MR  telah dilaporkannya Ke Polresta  Barelang  pada tanggal 6/8/2014 lalu, baru kini (20/5/2015 ) ditanggapi  oleh Kejari Batam,itupun menurut keluarga korban ,kalau oknum Kejaksaan juga telah melakukan intervensi  kepada mereka.

Dimana Intevensi yang dimaksud oleh keluarga Korban yaitu ibu Sri Wahyuni,mengungkapkan kalau pihak kejari memberikan surat  panggilan siding secara mendadak,sebab katanya kalu pihak kejari mengantar surat panggilan itu pada jam 11 malam (19/5) kemarin.selain itu oknum Jaksa via smsnya  juga mengirimkan pesan ancaman kepada keluarga  korban apabila tidak menanggapi terhadap panggilan sidang.

“Hukum di Indonesia ,Runcingnya  runcing ke bawah bukan runcing keatas, Kami ini pihak korban,masa ngasih informasi siding  jam 11 malam,pakai  ngacam pula lagi,katanya kalau kami tak datang,jaksa itu katanya itu akan mengirim polisi untuk menarik kami secara paksa, bahkan jaksa itu juga berjanji  akan mengirim mobil Truck Fuso untuk mengangkut kami apabila tidak ada biaya ongkos untuk menghadiri sidang.ini tidak masuk akal,Putri saya ini korban,dia yang melaporkan,tetapi kenapa jadi begini,kasus ini juga sudah lama di laporkan,kenapa baru sekarang di tanggapi.” Ucap Mega (Ibu korban) menjelaskan kejengkelannya kepada wartawan.

Sedikit menceritakan kronologis kejadian kDRT yang dialami putinya,Ibu Mega juga mengatakan kalau menantunya anisial MR warga singapura itu sudah 4 tahun tidak lagi bersama putrinya.katanya menantunya itu kerap berbuat  kasar dan menyakiti cucu-cucunya.



Editor : Agus Budi T