Monday, 11 May 2015

ILHAM : " Itu Proyek Kemenpera anggaranya juga dari kemenpera "

Batam,Dinamika Kepri - Terkait rencana pendirian rumah murah pada tahun 2006 yang direkomendasikan oleh Kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) di dapur 12 Sei Pelungut,Sagalung Batam yang informasinya akan di Bangun 3000 unit itu,terindikasi gagal proyek.

Kini terdapat hanya  85 unit yang terbangun,bahkan ada puluhan unit yang rusak total, sedangkan sisanya lainnya,sudah dihuni oleh warga.bahkan harganya juga di patok hingga mencapai Rp 48 juta per unitnya.

Sampai saat ini,belum tahu di mana benang merahnya kenapa 3000 unit rumah itu tidak terbangun,padahal sudah 8 Tahun berlalu.

Menurut para pejabat BP Batam  Ir. Tato Wahyu, itu Proyek Swasta,senada dengan ucapan Rustam Efendi selaku pihak swasta,sebelumnya ,juga mengatakan Itu dikerjakan oleh Swadaya, beda pula dengan pernyataan Ilham kepada awak media ini(11/5/2015), mengatakan kalau itu proyek Kemenpera bahkan anggarannya juga dari kemenpera.

Terkait pernyataan Ilham pada tahun 2013 lalu kepada media online Batam yang mengatakan terkait proyek Kemenpera, katanya kala itu, "BP Batam Kecolongan.".

" Kecolongan itu maksudnya,ada kesalahan kordinasi dengan pihak kemenpera." Ucap Ilham.

Ketika awak media kembali mempertanyakan maksud pernyataannya itu,Ilham meralatnya,katanya Kecolongan itu artinya adalah salah kordinasi dengan pihak Kemenpera.

Sore tadi 11/5,Via celularnya  Ilham kembali menegaskan kalau itu Proyek Kemenpera dan bukan Swadaya atau swasta.

" Itu proyek  kemenpera,anggarannya juga dari  Kemenpara." Ucapnya memastikan.

Padahal sebelumnya  oleh Ir.Tato Wahyu dan Rustam Efendi mengatakan kalau itu proyek dari Swadaya dan Swasta, katanya,adapun keterlibatan kemenpera, ucap Ir Tato Wahyu beberapa waktu lalu kepada media ini,hanya mempasilitasi dan hanya mendirikan 2 unit rumah saja.

" Itu proyek swasta,kemenpera hanya mempasilitasi saja,kemenpera hanya membangun 2 unit ." jelas Tato via celularnya (4/5/2015) yang lalu kepada awak media ini .

Menurut Rustam (3/5) lalu,dimana Rustam Efendi ini  diketahui dahulunya selaku pimpinan proyek pembangunan perumahan tersebut,kepada wartawan ini ia juga mengatakan kalau proyek rumah murah itu, bukan dari kemenpera melainkan dari swadaya.


"Itu bukan dari kemenpera,itu swadaya,anggarannya juga dari swadaya,kemenpera hanya mempasilitasi saja,makanya di KPR kan." Ucap Rustam Via celularnya kala itu.

Terkait adanya Simpang siur dari pernyataan  berbeda, dengan mengatakan proyek kemenpera dan ada pula mengatakan proyek Swadaya,Siang tadi awak media ini juga mencoba minta tanggapan untuk memastikannya kepada  M.Prijo Putranto Hutomo,ST yang saat ini menjabat sebagai  Kasi Monitoring Infrastruktur Pemukiman BP Batam,namun tidak berkenan menjawab,katanya ada  rapat.

" Ada rapat ya. " Ucap Prijo singkat sembari langsung menutup percakapan via ponselnya dengan awak media ini.



Editor : Agus Budi.