Tuesday, 5 May 2015

Hengki Edison : " Nge DJ itu bukan pekerjaan tetapi Hobbi"


Batam,Dinamika Kepri - Disjoki atau joki cakram atau (bahasa Inggris: Disc jockey, disingkat DJ, atau kadang-kadang disebut "deejay" adalah seseorang yang terampil memilih  memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. 

Umumnya media hasil rekaman yang digunakan itu adalah media disk atau cakram, dan  kemahirannya dalam memainkan cakram membuat profesi ini dikenal sebagai joki cakram, atau lebih dikenal dengan disjoki . 

Sekarang istilah itu tidak hanya merujuk kepada kemahiran mengatur lagu/musik dalam medium cakram saja, namun bisa juga dalam bentuk medium lainnya.

Perlu anda ketahui,ternyata Asal mula DJ ini pertama kali digunakan oleh seorang penyiar radio yang kala itu tengah memperkenalkan dan mahir memainkan rekaman gramofon kepada para pendengarnya.

Setelah melihat itu,banyak penyiar-penyiar radio lainnya ikut menirunya hingga dapat populer sampai saat ini.

Dan Jangan Katakan diri anda seorang DJ,jika anda belum mengusai betul teknik-teknik  pengadonan suara (audio mixing), pengisyaratan, pengisyaratan selip (slip-cueing), pemfrasean, pemenggalan musik, penjugelan ketukan (beat juggling), penggesekan, penyelarasan ketukan, penjatuhan jarum (needle drop), penggeseran fase (phase shifting), dan masih banyak lagi.

Perkembangan minat jadi pelakon DJ saat ini,tentunya sudah semakin banyak dan telah mendunia,di indonesia sendiri,ternyata para DJ itu tidak bisa dipandang sebelah mata,keahlian Nge DJ tidak segampang seperti yang di bayangakan,tidak semua orang bisa untuk melakukannya,terkecuali orang yang memang benar-benar sudah terlatih.

Dewasa ini,perkembangan sayap para DJ sudah merambah hingga ke dunia maya (Internet=red),situs youtobe.com adalah menjadi salah satu media mereka untuk menunjukan kebolehan dan creatif mereka.

Namun ada tanggapan miris dari masyarakat awam konon katanya,kalau orang yang berprofesi seorang DJ itu saat ini rentan dengan dunia malam,bahkan kerap dikait-kaitkan dengan penggunan Narkoba.

Benar tidaknya  tentang asumsi dari awam itu,selasa (5/5/2015),wartawan media ini sengaja bertandang menyambangi salah satu DJ Course (kursus DJ=red) di bilangan ruko Lubuk Baja yang bernama Dance Mix.

Kedatanga awak media ini disambut hangat oleh Hengki Edison sebagai pengelola sekaligus pemilik kursus DJ Dance Mix itu.

Menyikapi adanya asumsi awam yang kerap mengait-ngaitkan profesi DJ ke hal negatif tersebut,ternyata sudah lama ia ketahui,namun tidak terlalu ditanggapi,katanya itu adalah asumsi yang salah.

"Saya juga pernah mendengar asumsi seperti itu,namun tidak terlalu serius untuk menanggapinya,asumsi itu tidak benar,profesi DJ adalah media untuk menghibur orang dengan musik,Nge DJ juga bisa dilakukan dimana saja,saya kurang setuju kalau seseorang DJ itu di kaitkan ke dalam hal yang negatif seperti yang di asumsikan,menurut saya, itu hal yang berlebihan." Terang Hengki.

Menurut Hengki lagi,katanya,siapa saja bisa menjadi DJ Handal asal bersangkutan benar-benar serius untuk mempelajarinya.

"Siapa saja dapat menjadi DJ handal asal serius mempelajarinya,Jangankan orang yang sudah dewasa,anak yang berumur 6 tahun pun  mampu melakukannya,saya sudah lihat sendiri karena anak itu kursus disini (Dance Mix=red)." Ucapnya.

Selain itu,DJ pro (Remix ini juga mangatakan bahwa kemahiran seseorang mengusai untuk DJ,bukanlah sarana untuk mencari kerja melainkan untuk menyalurkan hobbi saja.

"Belajar nge DJ salah jika dikatakan untuk modal skill  mencari kerja,itu salah beranggapan,Belajar nge DJ bisa dikatakan hanya sebagai penyaluran hobbi saja." Kata dia.

Kata Hengki lagi,Saat ini Dance Mix telah banyak menetaskan  DJ Handal,Pantauan media ini,Dance Mix ini ternyata  di gawangi Instruktur pengajar yang handal ,seperti DJ Diaz jay,DJ De Gill,DJ Hengki,DJ Doni Chan,DJ Ecky,DJ Andi,DJ Hendra ,DJ Mike dan Bernard (Kota record).

Kini antusias masyarakat khususnya kaula muda ternyata banyak yang hobbi nge DJ,apalagi setelah melihat banyaknya para Instruktur DJ handal di Dance Mix tersebut ,membuat setiap sore hingga malam hari,ruko yang  berhadapan dengan SPBU Lubuk Baja itu,selalu ramai dari pengunjung yang belajar.


Editor : Agus Budi T