Thursday, 28 May 2015

Foto Bayi yang dirantai ibunya Mirip Anjing, Tersebar di jejaring sosial Facebook

Filipina,DinamiKa Kepri - Bayi mungil di Filipina mengalami penistaan oleh sang ibu. Dia dirantai bak seekor anjing dalam sebuah foto.

Ibu kejam yang tidak disebut namanya itu melilitkan tali di leher sang bayi malang itu. Fungsi tali tersebut untuk mengarahkan bayi ini menuju semangkuk makanan anjing. Kekerasan pada bayi ini terjadi di Provinsi Bataan, Filipina.

Foto-foto tindakan kejam sang ibu lantas tersebar di jejaring sosial Facebook. Seorang aktivis anti-kekerasan pada anak asal Dublin, Irlandia, Lurleen Hillard (46), mengecam tindakan perempuan itu. LSM yang dia pimpin Nolonger Victims, mendesak pemerintah Filipina mengamankan bayi itu.

"Saat pertama kali melhat gambar ini di Facebook, saya langsung naik pitam, bagaimana bisa hal keji ini terjadi dan dilakukan oleh ibunya sendiri. Apakah orang sekitarnya tidak ada yang tahu tentang ini? " ungkap Lurleen keheranan seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin, (26/5).

"Aksi ini sudah tidak dapat ditolerir dan harus ada penegakkan hukum keras," lanjutnya.

Dalam tindak cepatnya, Lurleen telah berkomunikasi dengan Amerika Serikat seputar hukum yang berlaku terkait unggahan foto tersebut di Facebook. AS diharapkan segera ikut mendesak Filipina agar serius mengatasi kekerasan pada anak tersebut.

Warga Filipina turut mengecam tindakan keji tersebut. Dinas Kesejahteraan Sosial Bataan kabarnya langsung mendatangi rumah bayi malang itu. Kejiwaan sang ibu sedang diperiksa. Ada informasi bahwa si ibu cuma bercanda dengan merantai bayi itu lalu menyeretnya ke piring makanan anjing.

"Bila foto itu adalah sebuah lelucon, itu adalah lelucon yang sangat buruk. Anak itu tak paham jika ibunya sedang bercanda," kata Menteri Kesejahteraan Sosial Filipina Corazon Soliman.

Belakangan diketahui ayah dari sang bayi adalah pejabat pemerintahan setempat. Kabarnya sangat sulit menyeret sang istri dalam ranah hukum. Namun Laureen bersikeras tidak akan menyerah hingga sang ibu kejam ini mendapat hukuman yang setimpal akibat perilaku amoralnya tersebut.

"Ini tidak hanya mencederai hati para ibu, juga menodai pandangan seorang wanita yang lembut dan penyayang," ucap Lurleen. (int)


Editor : Agus Budi T.