Monday, 11 May 2015

Apa Bedanya 'Servis' PSK 100 ribu-an vs 100 juta-an,Inilah Faktanya

ilustrasi


Dinamika Kepri - Terbongkarnya kasus prostitusi online dikalangan selebriti yang di booking pejabat membuat sebagian orang melakukan kilas balik. Masih ingat sob ketika pejabat partai yang sedang menikmati 'daging segar' seorang mahasiswi (psk terselubung) lalu di grebeg KPK disebuah hotel? atau foto toples pejabat gaek dan seorang wanita belia yang diakui sebagai sekretaris pribadinya?

Salut buat Polres Jakarta Selatan yang berhasil membongkar kasus prostitusi papan atas. Menariknya, kasus ini menyeret seorang artis dan foto model majalah pria dewasa dalam operasi tersebut.

Sebagian kalangan mengatakan kalau mereka yang menjadi PSK tak semata-mata karena harus memenuhi kebutuhan hidup. Tapi juga merupakan bagian dari lifestyle, dan kebutuhhan sosial lainnya. Bangga dibooking pejabat misalnya, atau bangga jadi wanita simpanan kalangan elit.

"Kasus macam ini sebenarnya mirip sama prostitusi online," kata peneliti masalah sosial, Chazizah Gusnita, seperti dikutip dari merdeka.

Biasanya, mereka yang menjadikan praktik prostitusi sebagai mata pencarian adalah yang benar-benar mengalami kesulitan secara ekonomi. Tapi bila itu terjadi di kalangan artis, dia menduga hanya bagian dari gaya hidup.

Seperti artis AA yang tertangkap kemarin, disebut-sebut memiliki tarif Rp 80 juta sekali bercinta. Itu belum termasuk biaya tetek bengek lainnya.

Bila dibandingkan dengan tarif PSK kelas teri, sebenarnya apa sih sob yang membedakan mereka, toh mereka sama-sama PSK?

Menurut seorang pria penikmat dunia malam dan penggemar 'daging mentah', ia menceritakan pengalamannya berkencan dengan PSK. Semakin tinggi tarif seorang PSK maka sensasi yang dia dapat semakin tinggi, katanya.

"Jadi yang membedakan semua kelas PSK itu ya sensasi bercintanya," terangnya.

Biasanya, pria yang memakai jasa PSK kelas teri hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsunya aja sob, tempatnya pun paling hanya bilik atau hotel kelas melati.

"Kalau kernet atau kuli bangunan ya biasanya mungkin pakai yang seperti ini sekadar melampiaskan seksnya saja," jelasnya lagi.

Sedangkan PSK kelas menengah yang suka ada di club malam, hanya sekedar have fun dengan teman , atau kenalan teman secara profesi. Dalam eksekusinya, mereka juga tak pernah mempersiapkan sesuatu secara khusus.

"Misalnya mereka ke spa atau pijat. Ternyata ada layanan plus-plus lalu muncul dipikiran ya sekalian lah. Jadi dari segi waktu fleksibel," tambahnya.

Nah, beda halnya untuk PSK yang 'nyambi' jadi artis, biasanya mereka menjual sensasi yang dahsyat luar biasa. Secara fisikmereka sempurna dan mereka juga pilih 'lawan main' dari kalangan kelas kakap. Pejabat atau pengusaha pastinya sob.

"Tentu PSK yang seperti ini hanya bisa didapat orang berduit tebal. Mereka mungkin ingin menikmati seks dengan wanita cantik ya seperti yang di televisi-televisi," katanya.

Bedanya nih, PSK kelas teri lebih cenderung cepet selesai dan galak dengan para pelanggannya. Sedangkan PSK kelas kakap, lebih memperlakukan pelanggannya bak raja.

"Kalau yang murah mah biasa mau cepat-cepat. Kalau yang mahal bisa diatur," pungkasnya.

Via : lintas.me