Sunday, 24 May 2015

Seperti Dahulu, Aku Masih Tetap Menunggumu

Batam,Dinamika Kepri - Surat dari Pembaca,Seperti dahulu,Aku masih disini menunggumu dengan cinta tulusku masih menanti kedatanganmu itu harapku. Ya.. masih di penantian yang sama dan masih dengan mimpi yang sama. 

Di saat engkau pergi disenja itu meninggalkan aku bersama pilihanmu,aku yakin suatu saat nanti kamu akan kembali padaku.walau ku berharap begitu,namun aku tetap mendoakan dirimu demi kebahagianmu,berdosa jika berharap kamu kembali padaku.tetapi apa dayaku aku begitu mencintaimu melebihi dari apapun.

Sejak engkau duduk di pelaminan bersama pilhanmu itu,aku serasa putus asa,walau begitu aku tak berniat untuk mencari penggantimu,sebab tidak ada lagi rasa cinta yang dapat kuandalkan kepada wanita lain,semua  rasa cinta itu telah kamu bawa pergi meninggalkan aku sendiri dengan kenangan kita yang indah di masa lalu.

Ku tahu kamu telah bahagia bersamanya, bahkan aku tak pernah lagi berharap bertemu denganmu. sudah 2 tahun kamu telah meninggalkan aku, namun seperti baru seminggu lalu kita masih bersama.2 tahun bukanlah penantian yang wajar bagi banyak orang. 

Saat aku mengenalmu dahulu, kamu banyak bantu aku bangkit dari keterpurukan. itu dan tak pernah bisa kulupakan,bersamamu akan selalu ada yang baru.  itulah yang tidak bisa kulupakan sepanjang hidupku.bahkan kepergianmu  sampai saat ini juga tak bisa kumengerti, aku sering bertanya,apa yang salah padaku. Sejak menginjak bangku sekolah, hingga lulus selalu penolakan demi penolakan ku terima dari sanak keluargamu.

Tak hanya penolakan ,terkadang ada Yang kadang sampai menyiksa perasaanku, setelah kepergianmu,aku jalani hari-hari dalam kesendirian. menikmati semua  setiap hinaan, tanpa tau kapan akan berakhir.

Seiring waktu 2 tahun berlalu,tiba-kamu mengabari kalau kamu ingin kembali padaku,kamu katakan padaku bahwa kamu tidak bahagia dengan pria yang sudah menikahimu,mendengar keluhanmu aku sedih,namun apa yang kulakukan,apakah aku bahagia atau sedih ?,aku juga bertambah bingung,di tengah tekadku ingin sendiri sampai seumurku hidupku ini,tiba-tiba kamu ingin kembali padaku.

Aku akan selalu menerimamu,karena hati dan cintaku adalah milikmu.harapku,semasih kamu masih mampu mengendalikan kebahagianmu dengan pasanganmu itu, perthankanlah,kebahgianmu adalah kebahagianku juga,namun jika engkau tak sanggup untuk itu,datanglah padaku,namun aku bukan menganjurkan atau mengarahkan serta mau hendak memisahkan kamu dengan dia.pikirkan sebelum melakukannya.aku ingin ketika kamu bersamaku tidak ada orang yang tersakiti.

Dahulu bukan aku yang tidak menemuimu,aku mencarimu kala itu,hanya aku kala cepat,kudengar kamu telah menikah,jadi aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.makanya sejak saat itu pergi sejauh mungkin,setidaknya dapat memenangkan hatiku.

Kini Aku masih menunggumu,hentikan tangis dan air matamu,kamu sudah dewasa ,kamu tahu apa yang harus kamu lakukan,kalau kamu ingin kembali padaku aku akan menerimamu,aku tidak perduli sudah bagaimana rupamu ataupun bentuk tubuhmu,aku hanya inginkan hatimu menyatu dengan hatiku seperti dahulu.

" Sedetik menunggumu disini,seperti seharian,berkali kulihat jam ditangan,demi mengulur waktu agar tetap bertahan menunggumu."


Editor : Agus Budi T.