Friday, 17 April 2015

Diduga Terlibat Aksi Trafficking, Oknum Pegawai Pemprov Kepri di Periksa Polisi

 
Tampak bergegas, NB oknum PNS  yang diduga terlibat kasus trafficking,tengah keluar dari mobilnya dan tampak bergegas menuju ruang kantor penyidik.   foto dok By : Raden.T. (17/4/2015)



Batam,Dinamika Kepri - Tepat 5 hari sejak diamankannya  dua korban trafficking oleh Subdit 4 Kriminal Umum (Krimum) Polda Kepri. anisial  NB yang merupakan oknum pegawai di Pemerintahan Provinsi Kepri, akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa oleh penyidik.

NB datang bersama dengan seorang wanita menggunakan sebuah mobil sedan. Di ketahui wanita yang datang bersama dengan oknum pns tersebut merupakan isterinya. Jum’at (17/4)  pukul 10.00 wib pagi tadi Nb langsung di memasuki ruangan penyidik unit III.

Hal senada juga di jelaskan oleh korban kepada media ini. “pak NB nya datang kesini sekitar pukul sepuluhan lah mas” jelas FT dengan wajah sedih.

Sayangnya Kasubdit IV kompol Feby hutagalung belum dapat memberikan keterangan resmi terkait diperiksanya onkum pns tersebut.

“ Kasubdit lagi naik keatas, sampai saat ini belum ada karna sedang menghadap keatas.” jelas salah seorang anggota subdit IV.

Sementara itu Wakil Gubernur Kepri Surya Respationo mengaku tidak tahu bahwa salah seorang anggota nya terlibat dalam kasus trafficking.

“ Saya akan infokan ke pak Sekda untuk pengecekannya, makasih infonya .“ Terang orang nomor dua di pemprov kepri itu, lewat pesan singkat dari celularnya.

Penyidikan yang berlangsung dari pukul 10.00 wib tersebut sempat di break, NB dan isteri meningalkan ruangan penyidik dan kembali pada pukul 14.00 wib.

Kejadian ini jelas menjadi tamparan keras bagi aparatur negara, khususnya di wilayah pemerintahan negeri bumi lancang kuning.

Dalam kasus ini Syamsul Rumangkang selaku Direktur Gerakan Anti Trafficking mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut, terlebih melibatkan oknum PNS.

“Jika terbukti, oknum pns itu harus di hukum seberat-beratnya. Bagaimana mungkin seorang yang mengerti hukum melakukan hal seperti itu. Harusnya dia melindungi anak yang masih dibawah umur bukan malah menjadi mata rantai pelaku.” sebut Syamsul lewat pesan singkat. 

Ketika di mintai keterangan, NB yang menggunakan pakaian kurung berwarna kuning itu tidak mau memberikan keterangan terkait di pemeriksaan dirinya.

Seperti di ketahui NB di periksa oleh penyedik sejak diamankan nya 2 orang wanita dari kediaman NB di salah satu perumahan elit di kawasan Batam Center. 

# Raden. T *