Sunday, 26 April 2015

Ngaku Anggota Dewan, Seorang Anggota Marinir Jadi Terluka

"Saya yang punya Kepri ini !,Emang kamu siapa ?"

Batam,Dinamika Kepri - Sial dan malang,mungkin itulah  situasi yang tengah dialami oleh anggota Marinir Infantri IX Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri),yaitu Kopral TP.

Tadi malam sekitar pukul 8 wib,sabtu  (25/4),dirinya mengaku tengah mengalami dua kejadian sial di dalam kasus yang sama.yaitu dari insiden laka hingga  penganiayaan terhadap dirinya,akibatnya,saat ini TP tengah mengalami luka pada bagian kaki kiri dan luka cakar di bagian leher,karena sempat adu fisik dengan seseorang yang mengaku anggota dewan Provinsi Kepri di simpang Jam baloi. 

Sebelum kejadian, Anggota Marinir ini katanya dengan kecepatan rata-rata tengah mengendarai sepada motornya melintasi jalan raya di simpang Jam menuju ke Nagoya,namun tidak tahu apa masalahnya,tiba-tiba mobil sport Prado berplat nopol BP 130 BI memotong jalannya seketika tampa menghidupkan lampu seintnya,akhir TP pun menabrak bagian  belakang banper mobil itu.

Tak terima mobilnya di tabrak, terang TP kalau pemilik mobil itu pun keluar sambil marah-marah dan mengucapkan," saya yang punya kepri ini,emang kamu siapa" ,ucap Oknum dewan itu sembari dan menghampiri TP serta menolaknya hingga terjatuh.

Tidak terima perlakuan itu.TP pun melawan,akhirnya terjadilah perkelahian sesama pria jantan di jalan raya itu.

Namun TP kalah ukuran tubuh,pemilik mobil yang ngakunya anggota dewan itu,katanya kalau tubuhnya lebih besar dari ukuran tubuh TP,seperti merasa terdesak,TP pun mengeluarkan Sufgun miliknya dari dalam tasnya dan menembak sekali keatas sebagai tanda peringatan.

Kendati demikian kata TP,Oknum Dprd itu bukannya meredam emosinya,Ia malah memegangi tangan TP agar tidak menembak lagi,akibatnya kejadian itu,para pengguna jalan sempat terhenti menyempatkan diri untuk melihat  tontonan gratis tersebut.

Tetapi peristiwa itu tidak lama berlansung,beruntung,tiba-tiba polisi dari Polda Kepri ada yang melintas saat ini dan berusaha merelai pertikaian tersebut,bahkan polisi juga sempat memeriksa izin kepemilikan sufgun miliknya TP.

Setelah pemeriksaan itu,Polisi itu  juga kata TP,menyarankan agar ia berdamai saja.Bahkan polisi itu juga memastikan pada teguh,kalau yang bersangkutan itu adalah anggota dewan.

" Udalah Mas,berdamai saja ." Saran Polisi itu kepada TP,Ucap TP menirukan percakan Polisi itu kepada dirinya.

Mendengar saran itu,TP pun minta maaf kepada anggota dewan itu,selain kepada oknum dewan itu,TP juga meminta maaf kepada seorang Ibu yang diduga istri dewan tersebut.

Namun kendati demikian,TP tetap merasa tidak terima karena ia berada dalam posisi tidak bersalah dalam hal itu,selain perihnya luka yang telah dialaminya akibat kejadian itu,TP tampak selalu mengingat perkataan anggota dewan yang nyeleneh itu.sebab menurutnya itu ucapan yang sangat aneh.

" Saya yang punya Kepri ini,emang kamu siapa." Ucap TP menirukan perkataan Oknum Dprd provinsi itu kepada wartawan.

Kini Kopral TP hanya bisa merasakan perihnya sakit luka yang dialaminya.namun ia sangat tidak terima dengan Ucapan anggota Dewan tersebut yang mengatakan,"Saya yang punya Kepri ini,emang kamu siapa".Padahal ia sudah memberitahukan kalau dia adalah anggota dari Marinir ,namun  anggota dewan tersebut kata TP seperti tidak perduli padanya.

"Emang begitu ya sikap anggota Dewan ?,sama aparat saja ngomongnya seperti itu,gimana sama masyarakat awam ? ." Ucap TP balik bertanya kepada awak media.

Terkait hal ini,awak media dinamikakepri.com melalui pesan singkat wartawan ini mencoba meminta tanggapan dari Amir Hakim selaku wakil Ketua Dprd Provinsi Kepri.Namun sampai berita dimuat Dr.Amir Hakim SpOg,belum memberikan tanggapannya.

Terkait Ucapan oknum Dewan tersebut yang mengatakan,"Saya yang punya kepri ini !!,emang kamu siapa ? ",media ini mencoba meminta tanggapan dari salah seorang anggota Dprd  yaitu Bobi Alexander Siregar anggota dari komisi II Dprd Kota Batam.katanya bahasa itu tidak pantas diucapkan.

" Menurut saya  itu bahasa yang terkesan extreem dan tidak pantas di ucapkan oleh siapapun apalagi anggota Dprd kepada siapapun.bahasa itu bisa mencoreng nama baik setiap perwakilan rakyat diseluruh indonesia ini ,kalau menurut saya itu tidak etislah." Ucap Bobi menanggapi.

Sampai berita ini dimuat, indentitas Oknum Dewan tersebut belum dapat di pastikan siapa dia,namun beberapa media saat ini tengah mencoba mencari siapa siapa sebenarnya oknum Dprd yang dimaksudkan oleh korban,Tentunya penelusuran ini,demi mencari perimbangan berita,agar  kesannya tidak sepihak.  


Editor : Agus Budi T