Thursday, 16 April 2015

Dua Wanita Korban Trafficking Berhasil Diamankan Polisi


Ilustrasi.



Batam,Dinamika Kepri-Kasus Perdagangan manusia (trafficking) ternyata masih terus berlansung,Trafficking adalah perdagangan illegal manusia untuk tujuan reproduksi perbudakan, eksploitasi seksual komersial, serta kerja paksa, atau bentuk modernnya disebut dengan perbudakan.

Senin, (13/4) sekitarpukul 11.00 pagi kemarin Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri melalui subdit perlindungan perempuan dan anak (ppa-red) mengamanankanNN dan FT dari salah satu perumahan elit di bilangan Batam center.

NN 16 dan FT 34 mengaku sudah berada di Batam sekitar 2 pekan. “ saya di Batam sudah 2 mingguan mas, paspor saya aja baru kelar jum’at kemarin.” jelas FT kepada awak media ini.

NN dan FT adalah  merupakan wanita asal pulau Jawa, kedua wanita ini mengaku akan di pekerjakan disalah satu tempat yaitu sebagai pembantu rumah tangga (PRT-red) di Negeri jiran Malasyia.

“Saya ke Batam di jemput oleh seorang pria rekanan dari yayasan tempat kami di tampung.” Cetus wanita asal kebumen tersebut.

Lanjut FT lagi, wanita ini mengaku mulai sadar kalau dirinya telah menjadi   menjadi korban trafficking setelah melihat paspor yang di milikinya.

“Saya mulai khawatir setelah saya melihat paspor saya, masa saya di kasi paspor 48 halaman” Terangnya.

Di ruangan PPA Polda Kepri,kedua wanita ini mengaku kalau dirinya akan dikontrak sebagai pembantu rumah tannga (PRT) untuk selama 2 tahun kedepan, bahkan sang mucikari itu juga berjanji akan,membuatkan permit setelah mereka tiba di Malasyia.

“Kami di janjikan akan kontrak kerja 2 tahun, dan tidak hanya itu. Behkan sesudah tibanya nanti, Malasyia kami akan di uruskan permit kerja” Ucapnya dengan wajah sedih.

Kedua wanita ini mengaku sudah merasa legah,katanya mereka legah sesudah polisi mengamankan mereka.

“Saya lega mas, kini sudah tidak khawatir lagi setelah Pak Polisi membawa kami ketempat ini.” Cetusnya.

Dengan Kejadian ini menunjukan kalau aktivitas perdangan manusia (Trafiking) di indonesia, masih tinggi.namun hingga berita ini di lansir,,penyidik Polda Kepri belum mau memberikan keterangan persnya. Namun menurut Issu yang berkembang, kalau pelaku trafiking tersebut diduga  salah satu oknum Pegawai negeri sipil (PNS) pria beranisial NB yang masih bekerja di tingkat Pemprov  Kepri.



# Raden.T *