Wednesday, 11 March 2015

Dua Bulan Kemarau,Akhirnya Batam Diguyur Hujan

Batam,Dinamika Kepri - Selama 2 bulan dilanda kemarau,akhirnya Batam diguyur hujan.selama kemarau melanda,banyak hutan lindung yang terbakar,selain itu debit air di beberapa Dam juga terlihat menunjukkan penurunan,Namun sejak dini hari 11/3,air hujan telah membasahi pulau Batam.

Selain membasahi,hujan juga telah memberikan kesejukan cuaca,dimana selama dua bulan terakhir ini,suhu cuaca di Batam begitu menyengat,selain kemarau melanda,hutan-hutan yang ada di Batam juga banyak yang terbakar hingga merepotkan tim pemadam kebakaran (Damkar), selain terbakar,hutan-hutan yang ada juga banyak di babat habis oleh pengusaha untuk pembangunan.

Selain hutan di Gunung yang dibabat,hutan mangrouve (bakau) juga tidak luput,saat ini hutan manggruve telah banyak dimusnakan untuk Reklamasi pantai demi memperluas lahan Galangan kapal(Shipyiard) dan untuk lahan pembangunan perumahan,yaitu seperti salah satu perumahan di ujung Tiban 1 Sekupang Batam(Kepri).

Kenapa Hutan bisa jadi gundul,gunung jadi rata,pemotongan gunung dimana -mana dan hutan bakau berkurang,tidak menutup kemungkinan kalau semua itu karena  restu dari BP Batam.

Terkait kemarau panjang melanda Batam sebelumnya, Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho ketika diconfirmasi oleh awak media ini ,via celularnya Ia mengatakan,kalau kemarau panjang yang terjadi tidak ada hubungannya dengan keadaan di Batam saat ini,dan turun hujan adalah berkat dari Tuhan yang maha kuasa.

" Saya rasa tidak ada hubungannya,dan saya tidak dapat mengkaji sejauh itu,turunnya hujan saat ini,itu adalah berkat." Ucap Dwi Djoko Wiwoho (11/3).

Menurut Tim peneliti dari University of Leeds dan NERC Centre for Ecology & Hydrology menemukan,bahwa untuk sebagian besar permukaan bumi di daerah tropis, udara yang melewati hutan yang luas akan menghasilkan setidaknya dua kali curah hujan lebih banyak dibandingkan udara yang melewati vegetasi kecil(Hutan gundul).Artinya semakin hutan  terjaga,berarti tingkat datangnya hujan pun dapat semakin meningkat.


Editor :Agus Budi T