Monday, 9 March 2015

Selain Murah,Pakaian bekas juga diduga mengandung virus berbahaya




Tampak para penjual pakaian bekas menggelar lapak berjejer rapi di bilangan Pasar Pagi Nagoya Batam.foto,Agus BT,9/3/2015. 

Batam,Dinamika Kepri – Penjualan Pakaian Seken atau bekas  di Batam masih marak alias merajalela ,meskipun  sudah ada larangan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyatakan, bahwa pakaian impor bekas yang marak beredar di pasaran, adalah merupakan produk ilegal. Selain itu Kemendag juga menegaskan kalau  pakaian bekas seharusnya tidak boleh masuk ke Indonesia.

"Yang jelas, ini adalah produk impor ilegal. Sedang kami koordinasikan dengan Bea Cukai agar tidak masuk ke pasar," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, Selasa (3/2) pada waktu yang lalu.

Namun walau sudah ada larangan dari (Kemendag),kenyataaanya di Batam untuk saat ini seperti gambar diatas,para pedagang masih saja menjual pakaian bekas dari luar negeri tersebut.selain itu, warga Batam  juga  terlihat sangat minat  untuk membelinya.selain murah ,pakaian yang dijajakan penjual pakaian seken tersebut juga memilki rata-rata bermerek terkenal.

Namun ,selain murah dan bermerek,ternyata pakaian bekas Impor tersebut diketahui memiliki banyak menyimpan penyakit yang berbahaya.pakain bekas impor dapat menyebabkan penyakit kulit dan kelamin karena diduga mengandung virus berbahaya.

Apalagi pakaian bekas yang sudah tersimpan lama dalam sebuah tempat penyimpanannya,diketahui dapat menimbulkan jamur dan bakteri, kutu badan dan kutu kemaluan/kelamin.maka dengan memakai Pakaian bekas tersebut, seseorang akan dapat terjangkit penyakit.

Logikanya,siapa bisa menjamin kalau orang pertama yang  memakai pakaian itu sehat?,jawabnya,tentu tidak ada yang dapat mengetahuinya .

Nah.. setelah mengetahui hal diatas,apakan anda masih tertarik membeli pakaian bekas yang tidak tahu dari mana asal-usulnya?,tentunya jawabannya itu ada pada diri anda sendiri.