Monday, 2 March 2015

Kenali Cincin Batu Merah Majapahit yang asli

Dinamika Kepri-Batu Merah Majapahit memang memiliki daya tarik tersendiri, baik dari sisi bentuk maupun asalnya sekaligus dari cara kemunculannya. 

Berikut ini akan sedikit diuraikan tentang Cincin Batu Merah Majapahit yang muncul pada sekitar tanggal 29 Desember 2014 lalu, melalui sebuah upaya-upaya spiritual khusus yang dilakukan oleh seorang pelaku spiritual Majapahit.

Gambar di bawah ini menunjukkan kepada kita semua tentang Cincin Batu Merah Majapahit termaksud.

Artikel ini tidak akan mengulas tentang bagaimana proses pengambilan Cincin Batu Merah tersebut, tetapi hanya akan mencoba untuk sedikit menganalisanya.

Dari kacamata pandang gemologist, Batu Merah Majapahit ini tergolong ke dalam jenis batu Corundum, suatu mineral yang memiliki tingkat kekerasan 9 pada skala Mohs, dan merupakan mineral batuan terkeras ke dua setelah berlian (intan). 

Ditinjau dari komposisi kimianya, Batu Merah Majapahit ini merupakan suatu variasi merah tua aluminium oksida yang jernih dan bersih, dihargai sebagai batu mulia karena termasuk Batu Ruby merah ; juga disebut batu merah delima murni. Yang sangat berharga untuk aluminium oksida yang alami adalah Batu Ruby (dari bahasa Latin yang berarti Rubrum atau ‘merah’). 

Warna suatu Batu Ruby sangat bervariasi dari yang merah jambu sampai ke suatu merah yang sangat lembayung. 
 
Batu Ruby mempunyai warna merah terang anggur bebas dari warna coklat atau warna warna ungu atau warna yang kuat atau terang yang mengingatkan kita kepada warna darah atau buah kersen atau buah tomat atau merah delima. 
 
Warna merah ini terdiri atas alumunium yang tercampur dengan chrominium (Cr),akan tetapi kalau tercampur dengan sedikit Titanium (Ti) warnanya berubah menjadi biru dan namanya safir, jika tercampur dengan zat besi warnanya berubah menjadi kuning yaitu safir kuning.