Sunday, 15 March 2015

Aku Akan Lebih Bahagia Bila Selalu Bersamamu

Batam, Dinamika Kepri - Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya di dalam hatinya, "apakah aku telah bahagia dalam kehidupanku saat ini? ", Tentunya seseorang yang bertanya seperti itu, pastilah Ia tidak bahagia. 

Harta, Harkat dan Martabat ternyata tidak menjamin seseorang dapat merasa bahagia di dalam kehidupannya, ia akan menyadari di dalam hatinyaharta yang berlimpah bukan  jaminan untuk mendapat kebahagian di dalam hidupnya. 

Seperti aku, sebut saja namaku LS, umurku 37 tahun, aku telah menikah, aku telah memiliki dua anak dan istri yang cantik setara mirip artis ibu kota. aku pengusaha di bidang property yang bermukim di Batam, usahaku itu aku rintis sejak aku masih melajang dahulu, usahaku berkembang maju pesat dimana kedua orang tuaku juga sangat mendukungnya. 

Namun terkadang di dalam kesendirianku aku sering bertanya, apakah aku telah bahagia?, sebenarnya apa yang kucari dalam hidup ini. pertanyaan itu selalu terngiang di dalam pikiranku. 

Ketika di rumah bersama istri dan anak-anaku, aku terlihat bahagia, namun  semua itu bagiku hanya semu, pikirku aku seperti berakting saja, tetapi bukan sedang berakting. faktanya, terkadang aku ingin pergi meninggalkan semuanya , namun aku takut dosa. 

Oh Tuhan apa yang harus kuperbuat, apakah aku harus pasrah dengan keadaanku?, kalau aku pasrah  dimanakah kebahagianku, aku bahagia telah memiliki dua anak yang cantik-cantik, namun aku mengharap kalau kedua anakku itu terlahir dari rahim wanita yang paling kucinta yang saat ini entah berada dimana. 

Aku adalah pria terlalu mematuhi keinginan orang tua, sebab pernikahanku adalah hasil dari perjodohan orang tuaku yang tidak pernah kuinginkan. namun demi untuk menghargai mereka, kebahagianku kukorbankan. 

Dimasa aku lajang, aku telah jatuh cinta dengan seorang wanita, sebut saja nama wanita NI (31), hanya dialah wanita yang dapat membuat aku selalu nyaman dan bahagia namun tidak dapat kumiliki, ketika aku bersamanya bahagiapun datang dengan sendirinya, bila bersamanya, harta duniawi tidak penting bagiku. 

Dia adalah wanita yang sederhana, kehidupannya juga biasa-biasa saja, semua yang ada padanya murni alami tampa polesan, ia polos. dirinya hidup apa adanya, selain itu ia tidak pernah menuntut hal-hal yang lebih kepada diriku, bagiku dia adalah wanita yang paling baik yang pernah kukenal. 

Ketika aku berkenalan dengannya, secara tidak sengaja, sore itu (8 tahun lalu), aku berjalan-jalan ke suatu pusat pasar di bilangan Nagoya. aku sedang berjalan kaki memakai sandal jepit merek Swalow berwarna putih yang sudah nyaris hampir putus, aku pergi dari rumah karena orang tuaku memarahiku, akhirnya kuputuskan pergi dari rumah dengan hanya memabawa pakaian yang menempel di tubuhku. 

Aku bertemu NI di salah satu toko di Nagoya, ia adalah seorang penjaga toko serba ada, ketika sandalku putus, aku duduk di teras toko itu, ia memperhatikanku, lalu menghampiriku dan bertanya, " Ada abang, kenapa wajah abang begitu kusut, apa yang bisa ku bantu?" tanya dia dengan suara merdu seperti sudah kenal lama padaku, dia baik dan sopan padahal dia tidak mengenalku. sebelum bersalaman, kami cukup lama bertatapan mata. 

Lalu aku menjawab, "gak ada, aku cuma numpang istirahat saja, "kataku menjawabnya, namun ia terus memperhatikanku dengan serius, setelah itu ia pergi membelikan miniman botol kemasan, memang tidak bisa aku pungkiri kalau saat itu aku memang telah aus berat. 

Setelah kembali Ia menyodorkan minuman itu, namun aku menolak, kataku gak usah, aku gak aus, ucapku, tetapi dia memaksa, katanya, "abang jangan bohong. ", tak berpikir lama lagi, akupun menerimanya dan lalu meminumnya. 

Ia duduk disampingku dan menanyakan namaku, " boleh kenalan bang?, abang namanya siapa, kalau aku NI!, " tanyanyalalu aku menjawab dan memberikan tahukan namaku. 

Melihat kondisi sandalku yang akhirnya telah putus, ia pergi dan mengambilkan sandal yang baru, tetapi aku menolak, namun ia tetap memaksa agar aku memakai sandal yang baru ia belikannya itu. akupun menerimanya dan memakainya. 

Sebelum aku pergi, ia sempat mengatakan kata pesan padaku, " Abang jangan putus asa Ya. !, kalau masih dapat di perbaiki kembalilah, aku tahu pikiran abang lagi marah. . tetapi jangan diikutkan. demi kebaikan abang. " pintanya padaku. 

Mendengar ucapannya itu aku bingung, namun dapat kupahami, bahkan sebelum aku pergi dia sempat memelukku dan kulihat ia seperti mengeluarkan air matanya. 

Melihat itu, aku sempat bingung, ia juga memasukkan selembar Rp 50 ribu kedalam sakuku katanya, "kalau abang  kehabisan uang dan lapar temuin aku di sini ya. " Katanya memastikan padaku. 

Maka aku pergi berlalu, aku bingung, aku bertanya dalam hatikukenapa ia peduli kepadaku, tetapi aku tidak ambil pikir. aku terus bejalan semakin jauh dari sekitar toko itu. 

Akhirnya aku pulang kerumah, semua amarahku telah hilang setelah bertemu dengan NI, aku selalu mengingat wajah cantik dan merdu suaranya, walau dia seorang penjaga toko, tetapi dia kuanggap sebagai malaikat. 

Akupun telah dimaafkan ibuku, namun sementara tidak bisa pergi kemana-kemana selama 3 hari karena itu adalah sebagai hukumannya. 

Aku adalah keluarga dari yang mapan, wajahku mirip seperti artis mandarin Arown Kok, semua wanita teman sekuliahku kerap mengejar-ngejar aku agar dapat menjadi pacarnya , namun aku tidak mau. karena dalam pikirku kalau semua wanita yang mengejarku itu hanya wanita matrek yang ingin uangku. 

Ketika aku berkenalan dengan NI, aku tampak seperti gembel, bahkan orang lain tidak dapat mengenaliku , sebab dalam pelarianku dari rumah yang sudah menjalani 2 minggu, membuat uang stock juga sudah habis, bahkan pikiranku nyaris gila karena semua kesalahan saudaraku dilimpahkan orangtuaku kepada diriku. namun mendengar pesan NI aku mengalah. 

Seminggu kemudian setelah hubungan membaik dengan orangtuaku, aku kembali menemui NI ditempat kerjanya, namun ia tidak lagi bekerja ditempat yang sama, alasan pemilik toko kalau NI sudah pulang ke kampung halamannya di Purwakarta karena orangtuanya mengalami sakit keras. 

Mendengar itu, aku jadi seperti merasa kehilangan sesuatu, ketika aku tanya dimana alamatnya, sang pemilik toko mengaku tidak mengetahuinya. 

Akhirnya aku pulang dengan perasaan sedih. aku seperti kehilangan sesuatu yang begitu berharga didalam hidupku, aku hari aku selalu galau karenaya. makanpun tidak selera , aku selalu memikirkannya. Oh. . NI dimanakah dirimu. . 

Namun, aku berusaha untuk menyembunyikan hal itu dari kedua orang tuaku, tetapi seiring berjalannya waktu, orangtuaku pun dapat mengetahuinya, kata mereka "apa yang sedang kamu pikirkan, kenapa sekarang ini kamu seperti tidak bersemangat hidup, banyak pekerjaan yang harus kamu lakukan, apakah kamu sedang memikirkan soerang wanita !" Tanya ibuku penasaran. 

Lalu menjawab Ya, mendengar itu ibuku marah dan bertanya lagi, siapa wanita itu, apakah dia wanita terhormat, apakah dia sepadan dengan kita, tanya ibuku, namun aku tidak menjawab karena ibu pasti akan marah besar kalau mengatakan aku jatuh cinta kepada seorang wanita penjaga toko. 

Ibu juga memastikan kalau aku telah dijiodohkan dengan putri relasi bisnisnya ayah. mendengar itu aku makin galau lagi. . aku makin jatuh cinta sama NI, aku sangat merindukannya. tetapi aku tidak tahu harus kemana untuk menemuinya. 

Aku selalu berdoa berharap agar NI dapat kembali lagi ke Batam. hampir setiap hari aku selalu singgah ke toko dimana NI bekerja dahulu.  sampai-sampai pemilik toko itu bosan melihatku. 

Akhirnya setelah 3 bulan berlalu, ada pekerja baru yang masuk di toko itu, ternyata wanita yang baru bekerja itu kebetulan satu kampung dengan NI, darinya aku mendapat alamat NI di Purwakarta. 

Tidak menunggu lama, berbagai alasan aku sampaikan kepada ibuku, aku beralasan aku ingin pergi berlibur ke Bali, ibupun mempercayainyaaku berangkat menemui NI di Purwakarta. 

Sesuai alamat yang kudapat, aku menemukan NI sedang menjemur cucian di samping rumahnya, rumahnya tampak sederhana, aku lihat satu unit sepeda motor botot parkir diteras rumahnya. bunga anterium Bunga cinta sedang mekar mengeluar putiknya sembari dihinggapi kumbang. 

Aku mengenal jelas wajah NI, NI kulihat tampak keibuan disaat menjemur cuciannya, aku menyapa, namun ia tampak seperti tidak mengenalku, sebab ketika awal perkenalan dengannya aku tampak kumal mirip gembel. beda seperti yang ia lihat saat itu. 

Aku menyapanya, "Hei. NI " Ia melihatku namun tidak menjawab, ia hanya melihat seperti tidak mengenalku, tetapi ia penasaran ketika melihat tas koper yang kubawa. dia menghampiriku. . dan bertanya" anda siapa, darimana kenapa bawa tas segala, emang mau kemana, aku tidak mengenalmu tetapi kamu tahu namaku, kamu siapa?, apakah aku pernah mengenalmu?. " Tanyanya. 

Lalu aku menjawab, "Ya. . kamu mengenalku, mungkin kamu yang lupa padaku, aku dari Batam khusus datang menemuimu karena rinduku sudah semakin berat padamu. " Ucapku padanya. 

Mendengar ucapanku NI semakin bingung, tiba-tiba Ibunya NI memanggil dari dalam rumah dan berkata "Siapa itu, suruh masuk , kenapa tamu dijemur diluar, kamu itu gadis harus tahu menghargai orang pakilah tata krama. " Kata ibunya yang wajahnya tidak tampak saya lihat dari luar. 

Ditempat lainaku melihat, para tetangganya kulihat tengah sibuk memeperhatikanku, bahkan ada wanita yang sedang menyusui anaknya mengedipkan matanya padaku, aku jadi geli dan ingin segera masuk kedalam rumah NI. 

Akhirnya aku diajak masuk NI kedalam rumahnya, aku masih merahasiakan siapa namaku, kulihat ia seperti bingung, Ia grogi, jalannya seperti tak terarah. Ia bertanya kamu siapa, tetapi aku diam, pikirku nanti akan menjawab setelah di dalam rumah. 

Aku dipersilakan duduk di kursi yang nyaris patahNI berkata. . " Maaf begilnilah keadaan kami, tetapi kenapa jantung berdebar-debar ketika melihatmu, aku penasaran, aku sepertinya mengenal suaramu. tetapi wajahmu tidak. " Ucap NI padaku, namun aku hanya tersipu. 

Sebelum aku menjawab siapa aku , tiba-tiba ibunya keluar dari kamar dan menyalamku, "apakah kamu mau melamar anakku?, Tanya ibunya seperti bercanda, lalu aku jawab Ya. . 

NI marah. . dan berkata " Aku tidak mengenalmu, bagaimana mungkin aku mau menerimamu, " Ucapnya. 

Bahkan NI mengatakan kalau Ia telah mencintai seseorang di Batam, ketika kutanya siapa namanya, ia tidak menjawab. namun aku tidak mau menunggu lama, aku juga sudah tidak sabar untuk segera memeluknya. 

" Kenalkan saya, namaku LS", kataku, mendengar itu NI terdiam sejenak dan memandangiku lebih dalam, ia seperti tidak percaya kalau pria gembel yang bersamanya dahulu di toko serba ada itu adalah diriku. 

Kulihat Ia seperti ingin memelukku, namun ia merasa sungkan karena aku bukan seperti yang dikenalnya dahulu. tak sabar akhirnya aku yang menggapainya dan memeluknya di depan ibunya, aku menangis, dia memelukku dengan erat. rinduku selama 3 bulan akhirnya terobati, hatiku terasa nyaman di pelukan NI. aku merasakan bahagia yang tiada taranya saat itu. 

Di dalam pelukan NI dia berkata " Apa yang telah kamu lakukan ini padaku,  apakah kamu ingin  membohongiku?, aku telah jatuh cinta padamu sejak awal perkenalan kita itu, aku tahu kalau saat itu kamu dalam masalah, makanya aku menyampaikan pesan demikian padamu. aku pulang kampung bukan karena ingin melupakanmu, aku pulang karena ibuku sakit, alhamdulilah sekarang ibu sudah mendingan. " Jelas NI padaku. 

Aku menjawab semua pertanyaannya, aku mengatakan kalau disaat itu diriku aku dalam masalah. 

" Maafkan aku, bukan aku ingin membohongimu, memang itulah kejadiannya saat itu, aku bertengkar dengan ibu karena kesalahan dari abangku yang terlalu egois, akibatnya aku yang menerima sanksinya , makanya aku pergi meninggalkan rumah. namun aku sadar setelah kamu mengingatkan aku, bahkan aku tidak tahu bagaimana kamu dapat mengetahuinya. tetapi bagiku kamu itu adalah malaikat, kamu telah menyelamatkan hubunganku denagn keluarga besarku, sebab saat itu, aku sudah putus asa tidak mau kembali kerumah lagi, namun karena dirimu, kini aku menjadi lebih baik, seandainya kamu belum ada yang memiliki, aku mau menjadi pendampingmu, apakah kamu mau menjadi istriku, aku bahagia bila dapat selalu bersamamu, aku tidak perduli siapa kamu, setiap hari aku selalu merindukanmu, hari-hariku hampa tampa dirimu, maukah kamu jadi istriku? " kataku Pada NI. 

NI tampak terdiam. katanya " siapa yang tidak mau kepada pria seperti kamu, kamu tampan dan baik, tetapi apakah aku pantas menjadi istrimu, aku takut kamu nanti akan menyesal dan kecewa setelah memperistri aku, aku tidak memiliki pendidikan, aku hanya seorang penjaga toko, sedangkan kamu pasti memiliki sekolah yang tinggi, selain itu kamu juga pasti anak orang kaya, apakah kamu sanggup menerimaku. " Ucapnya. 

Lalu aku menjawabnya, " Cinta itu buta sayang, jangan buat itu menjadi alasanmu untuk menjauh dariku, percayalah sayang. . aku rela meninggalkan semua yang kamu takutkan itu dariku, aku rela hidup apa adanya bersamamu, walau aku anak pengusaha, aku rela meninggalkannya, aku mampu mencari nafkah untuk kita berdua dan ank-anak kita kelak, percayalah sayang, apapun akan kulakukan demi dirimu. " Ucapku memastikan kepadanya. 

Ia pun mengangguknya, aku makin memeluknya erat, Ucapku lagi kepada NI, " Sayang. . jangan pernah tinggalkan aku lagi. "

Ni adalah seorang gadis perawan desa yang mencoba peruntungan merantau ke Batam, namun karena sayangnya Ia pada ibunya, ia pergi meninggalkan Batam. suaranya merdu, wajahnya cantik mirip seperti wajah artis Sarah Sehan, logat bahasa Sundanya tampak jelas, sedangkan aku adalah keturunan Thionghoa, ayahku pengusaha Property yang saat ini usaha itu aku yang melanjutkannya. namun masalah cintaku, ibuku telah membatasinya dan telah menjodohkan aku dengan wanita yang belum kukenal. kini aku jadi binggung. 

Tiga hari aku berada dirumah di Rumah NI, banyak yang kudapat pengalaman dari kehidupan mereka, walau serba terbatas mereka dapat rukun dan damai, aku ingin selalu berada diantara mereka. 

Beda dengan kehidupanku, semua serba ada, tetapi aku tidak bahagia, seandainya ibu merestui hubunganku dengan NI, lengkaplah sudah kebahagian yang kurasakan. tetapi aku tidak begitu yakin kalau ibu akan merestuinya. namun aku tetap akan berusaha semoga ibu dapat merestui hubunganku dengan NI. 

Selama tiga hari bersama NI, kami menjalin cinta, mempersatukan tekat untuk memperjuangkan cinta kami, namun NI tidak mau kalau hubungan kami itu tidak direstui ibuku, kata NI Padaku, " Aku juga mencintaimu, aku sayang padamu, namun aku tidak mau kalau ibumu tidak merestui hubungan kita, seandainya Ibu tidak setuju, lupakanlah aku, biarlah rasa cintaku ini kelak kubawa mati bersama diriku, aku tidak berharap banyak kepadamu, mintalah restu dari Ibumu, setelah itu bawalah aku kemanapun kamu mau, kembalilah sayang , aku akan selalu menunggumu disini, percayalah cintaku ini hanya padamu. " Ucapnya NI. 

Mendengar Ucapan NI, aku menangis, air mataku menetes dengan sendirinya, NI juga sama sepertiku, ia tampak sedih, Ia tahu kalau aku akan  segera pergi Pulang Ke Batam dan tidak akan kembali lagi. 

Ketika hendak pulang ke Batam, NI menangis tersenduh-senduh dipundaku, ia mengatakan, " Seandainya kita tidak jodoh bang, relakanlah aku sayang, jangan bersedih, jalanilah hidupmu, lupakanlah aku, "I love you . " Pintanya. 

Aku tidak menjawabnya, aku terdiam, namun di dalam hatiku berkata akan terus berusaha demi cinta ini, sebelum aku pergi, aku mencium keningnya, aku bisikan kalau aku akan kembali lagi untuk dirinya. 

Aku bahagia setelah bertemu dengan NI, rinduku sudah terobati, namun tingkat level masalah sudah di depan mata, pertanyaan selalu itu selalu terbesit dalam hatiku, " apakah ibuku akan merestui hubunganku dengan NI, Ya Tuhan . . bantulah aku demi cinta ini. " Ucapku di dalam hati. 

Bersambung..  

Penulis : Agus Budi Tambunan