Sunday, 22 February 2015

Sesama Foto Keliling Baku Hantam di Jembatan 1 Barelang


Batam,Dinamika Kepri - Akibatnya dari persaingan bisnis yang tidak sehat, akhirnya dua orang pria yang berprofesi sama yaitu sebagai pemotret atau fotografer keliling cetak langsung jadi di Jembatan 1 satu Barelang sore tadi minggu, (22/2/2015) terlibat baku hamtam.

Kini kedua orang itu tengah berurusan dengan pihak kepolisian sektor Sagalung. 

Saat ini Pukul 18 : 30 Wib, kedua yang bertikai masih dalam pemeriksaan.selain itu ada pihak seseorang yang melerai perkelahian itu, namun informasinya,kalau yang melerai juga terlibat dituduh ikut memukul dari seorang yang bertikai.

Saat ini, halaman Polsek Sagulung tengah dipenuhi warga. Ketika ditanya awak media ini, mereka mengaku warga dari sekitaran jembatan 1 Barelang,pengakuan mereka datang ramai ke Polsek itu, katanya  melihat dan ingin mengetahui duduk permasalahaanya, sebab dari antara mereka tedapat dari dua kubu yang berbeda, yaitu masing-masing keluarga orang bertikai.

Salah soerang di tempat itu (di Polsek=red) menjelaskan, kalau awal perkelahian itu terjadi karena salah faham, dengan dituduh nyerobot pelanggan.

"Masalah ini aku juga tidak tahu persis,tetapi setahuku,yang satu ini katanya sudah lama melobi pengunjung di untuk di foto. Nah lawannya ini tiba-tiba ,nyrobot,selain itu, yang nyerobot juga menjatuhkan harga,akibatnya ada rasa tidak terima dan emosi, maka terjadilah petikaian tersebut, namun sayang orang melerai perkelahian itu juga di tuduh ikut memukul." Terang orang tua yang sudah berumur lanjut mejelaskan.

Kini jam telah menunjukkan 19 :00 wib dan warga masih berkumpul. Bahkan sampai berita ini dimuat, kedua pelaku baku hamtam itu masih dalam pemeriksaan intensife oleh Polisi.

Jembatan Barelang adalah salah satu ikon Palau Batam yang memang sudah terkenal, sehingga setiap orang yang mampir ke Batam, akan menyempatkan diri untuk melihat pemandangan lautnya dan berfoto ria.

Maka dengan banyaknya pengunjung yang datang ke tempat itu. apalagi dihari libur seperti hari minggu, tentunya membuat orang-orang tempatan disana, mencoba kreative mencari peruntungan dengan menawarkan jasa poto langsung di cetak jadi.

Namun bukan untung yang di dapat, malah dua orang dari antara sekian banyak pemoto keliling disana, harus berurusan dengan hukum karena kedua yang bertikai diduga tidak memiliki rasa sportivitas bagi sesama  seprofesi untuk saling menghargai.(Ag)

Editor : Agus Budi T