Sunday, 8 February 2015

Rossy Chintya Bangga Bisa Sepanggung Dengan Aishara Muchtar


Batam,Dinamika Kepri - Ya..'beda nasib..' itulah ungkapan yang disampaikan Rosi disela-sela waktunya ketika menyampaikan pengalaman bernyanyi sepanggung dengan Aishara Muchtar di Engku Putri malam 2/7 di Batam Center kota Batam.

Dalam Acara Pesta rakyat yang di gelar Panitia hari pers nasional(HPN) pada malam minggu itu dihadiri puluhan ribu penonton dari berbagai penjuru pelosok yang ada di provinsi Kepri.

Banyaknya penonton yang menyaksikan pesta rakyat itu,ternyata tidak membuat artis Batam ini menjadi grogi,menurut Rosi dirinya merasa sudah terbiasa jika menghadapi  penonton,katanya sudah terbiasa,namun jika sepanggung dengan artis Jakarta menurut Rossy,tentulah ada rasa grogi atau rasa sungkannya.Katanya bagaimanapun,sebagai artis daerah kita tentu memiliki kebanggaan bisa nyanyi bareng bersama mereka.

"Grogi sama penonton sih  gak.kita groginya sama artis Jakartanya,gimanapun mereka lebih mahir dari kita,intinya kita banggalah bisa nyanyi sepanggung dengan mereka." Ucap Roosy.

Padahal diketahui selama ia bernyanyi,bisa dikatakan penonton paling barternya hanya disaksikan  oleh ratusan orang saja,tetapi mental penyanyi,tentulah Rossy memilki yang kuat ketika tampil di depan orang banyak.

Malam Pesta rakyat itu,Rossy tidak sendirian,Ia ditemani teman duaetnya yang bernama Ratna.kedua artis Batam itu menyanyikan sebanyak 3 lagu dengan penuh kecerian dan tak kalah dengan olah panggungnya,mereka layaknya seperti penyanyi profesional lainnya.

Ketika media ini menayakan pengalaman dirinya ketika sepanggung dengan penyanyi dangdut terkenal seperti Aishara Muchtar,dirinya mengaku sangat bangga.

" Senaang mas,Kita bisa diundang untuk mengisi acara pesta rakyat ini,apalagi sepanggung dengan artis ibukota,tentu saya pribadi mengucapkan banyak trimakasih kepada Panitianya." Ucap wanita kelahiran 31 tahun lalu ini.

Artis Batam Cantik dan ayu berdarah Batak kelahiran Medan Tahun 1984 ini,mengatakan  optimis kalau suatu saat nanti dirinya bisa seperti seniornya Aishara Muchtar,Sakia Gotik dan Cita Citata.


" Pingin sih seperti mereka (artis Ibukota=red)seperti Aishara Muchtar,Sakia Gotik dan Cita Citata.siapa sih yang enggak pingin,tetapi itukan butuh proses,pernah sih ditawarin mau nyanyi dan rekaman di Jakarta,tetapi aku melihat seperti tidak serius,dan bukan satu kali saja tawaran itu datang,bahkan sudah berkali-kali,namun tidak ada yang serius,sepertinya tawar-tawarin itu hanya modus ingin membuat kedekatan secara pribadi saja denganku,yah..kalaupun ada tawarin lagi,mudah-mudahan yang serius bukan bertujuan ke hal yang lain." Terang Rossy.  

Sehari-harinya wanita single ini mengaku,kalau dirinya sering manggung di mall-mall di kawinan atau memenuhi undangan nyanyi di Hotel-hotel berbintang di Batam.

Ia juga mengaku,kalau basic nyanyinya bukan hanya di jenis musik Dangdut,tergangantung dari permintaan pengundangnya,katanya kalau di acara kawinan lebih cendrung menyanyikan lagu-lagu Dangdut,lain lagi kalau manggung di Hotel,kata Rosi dirinya lebih sering membawakan lagu pop Indonesia dan lagu Pop berbahasa inggris.

"Bukan lagu dangdut saja mas,tergantung permintaan juga,kalau di acara kawinan,biasalah pastinya lagu dangdut,beda kalau manggung di hotel mintanya pasti lagu pop Indonesia bahkan lagu Pop berbahasa inggris juga." Kata pemilik nama lengkap Rossy Chintya ini.

Ketika ditanya apa beda artis penyanyi daerah dengan penyanyi ibu kota,Jawab Rossy cuma 'beda nasib'.

"Posisi Ketenaran artis daerah di banding artis Ibu kota,itu biasa hanya beda nasib,namun selain nasib,pasti ada kelebihan bakat nyanyi masin-masing juga !".Ucap yang katanya hobby menyanyi sejak kecil itu.

Selama di Batam Rossy Chintya atau yang sering di panggil akrap Rosi ini mengaku,kalau ia sudah menjalani profesi nyanyinya selama 6 tahun,katanya kalau saat ini Ia enjoy dengan profesinya sebagai penyanyi lokal saat ini.

Apakah Anda ingin mengenal  Rossy Chintya lebih dekat ?, Klik Link ini https://www.facebook.com/rossy.chintya?fref=ts  untuk berinteraksi dengannya.


Penulis: Agus Budi Tambunan