Wednesday, 4 February 2015

PTUN Gelar Sidang Replik Taksi Blue Bird


Batam,Dinamika Kepri - Hari ini 4/2/2015, sejak pagi pukul 9:00 wib, PTUN Tangjung Pinang yang berdomisili di Batam ini,menggelar sidang tentang penolakan keberadaan Taxi blue bird di Batam oleh Asosiasi Taxi Se- Batam.

Dimana dahulunya kedatangan Taxi Blue bird ke Batam pernah di tentang oleh asosiasi Taxi se- Batam karena dinilai telah mengurangi penghasilan para supir taxi yang ada di Batam.

Sebelumnya,pengoperasian Taxi Blue bird di Batam hanya di Izinkan 50 Armada,namun karena adanya dugaan dari pihak Taxi Blue bird telah menyalahi kesepakatan dengan mengoperasikan lebih dari ketentuan dengan Asosiasi Taxi Se- Batam.akibatnya masalah itu terus berlajut hingga saat ini.

Para supir taxi se-Batam tidak terima bahkan sempat sering terjadi percecokan mulut sesama para supir taxi dengan supir Taxi Blue bird,sebelumnya para supir Taxi se-Batam juga telah pernah melakukan unjuk rasa ke Pemerintah Kota Batam,dimana unjuk rasa itu dilakukan pada beberapa waktu yang lalu yaitu di tahun 2014,unjuk rasa itu digelar bertujuan  pengahapusan Taxi Blue bird dari Batam,Namun tidak berhasil,malah masalah itu penolakan itu bergulir hingga keranah hukum.Bahkan saat ini Taxi Blue bird masih beroperasi di Batam.

Namun pihak Taxi Blue bird Diduga merasa terjolimi oleh kebijakan pemerintah kota Batam,maka pihak Taxi Blue bird sendiri melanjutkan masalah itu ke PTUN-TPI,Kini Sidang bernomor perkara 6/G/2014/PTUN-TPI dimana selaku penggugat Blue bird dan  tergugatnya yaitu KA.Dinas Perhubungan Kota Batam .

Sidang  berjalan serius itu berjalan tertib dan penuh antusias dari para supir apa hasilnya,adapun majelis yang mengikuti sidang tersebut tampak Tedi Romyadi SH,Andi Noviandri SH dan Fildy SH.

Namun hingga berita ini dimuat pada pukul 11:45 wib ,sidang masih  berlanjut,tingginya respon para supir taxi se Batam untuk mengikuti sidang itu,membuat ruang sidang jadi penuh sesak,bahkan mobil taxi dari berbagai logo memenuhi sepanjang ruas jalan di sekitar perkantoran yang ada sekitar itu,dari mulai kantor Badan Pertanahan hingga sampai Kantor Pos penuh Taksi yang terparkir.



Editor :Agus Budi T