Wednesday, 11 February 2015

Pasienku Jadi Suamiku

Dinamika Kepri –Surat  dari pembaca,Kenalkan aku,sebut saja namaku Nia (nama samaran),aku wanita berumur 26 tahun yang sudah menikah dan telah memiliki satu anak yang tampan yang mirip ayahnya(suamiku=red).

Aku membiarkannya pergi,aku melihat jalannya tertatih-tatih seperti butuh pertolongan, aku kasihan melihatnya ,namun setelah ia hampir sampai di pintu keluar,aku berusaha memanggilnya kembali,diapun mendengar dan menoleh kerahku serta menjawab panggilanku,” ada apa lagi mbak.?”Jawabnya,Tunggu dulu kataku,para perawat tampak hanya melihat-lihat saja,aku berlari memegang  tangan lelaki yang kumal itu.

Setelah kupepang tangannya,lelaki berbada tegap dan wajah tampan itu kulihat  pasrah saja,aku mencium bau aroma yang tidak sedap dari pakaiannya,aku menduga kalau ia sudah tidak ganti baju dalam beberapa hari.

Akhirnya aku membawanya untuk dirawat,pria itu menolak,” tidak usahlah Mbak ,lagian aku tidak punya uang untuk membayarnya,” lalu aku menjawab ,”Tidak usah dipikirkan,yang penting anda dirawat dahulu,masalah itu biar aku yang membayarnya.” Kataku untuk menyakinkannya.

Mendengar ucapanku, Ia hanya diam menatapku,bahkan perawat yang ikut membantuku saat itu,juga merasa heran,pikir mereka ,”hari gini ada dokter yang bayarin perobatan Pasien.

Namun aku tidak perdulikan akan hal itu,lelaki yang belum kuketahui siapa namanya itu di bawa keruang  rawat inap Vip,di ruang rawat inap lelaki itu mulai dibersihkan perawat laki-laki,semabari menunggu sambil mengambil  alat –alat medis aku menunggu diluar sampai laki-laki itu selesai di bersihkan.

Terdengar pria itu mandi,semabri mandi seorang Perawat laki-laki dari kamar inap datang menhampiriku dan mengatakan,” enggak sekalian bajunya di belikan!,tuh bajunya dah  bau,mungkin di pakainya lagi .” mendengar ucapna perawat itu,aku jadi sedikit bingung,pikirku ada benarnya juga.

Akhirnya aku mengontek saudaraku (abang=red) yang tinggal tidak jauh dari rumah sakit tempat kerjaku,beberapa kali ketelpon saudaraku itu tidak merespon juga,aku maklum juga , sebab jam saat itu sudah menunjukan pukul 3 :25 wib,tetapi aku terus berusaha akhirnya diangkat,setelah diangkat abang sempat ngomel dan menayakan ada apa,” ada sih Nia,pagi subuh gini teriak-teriak ?,jawabnya.

Dengan sedikit rasa malu,aku meminta bantuan agar abang itu datang kerumah sakit membawakan sepasang pakaian legkapnya untuk pasien anehku,mendengar  permintaanku itu ,abang sempat bingung,dan kukatakan nanti kujelaskan bang ,akhirnya ia menyetujui dan membawakan apa yang kuminta.

15 menit berlalu,abangku sampai ditempat,abang sempat menanyakan ,” Untuk apa pakaianku ini,aku heran sama kamu,baru kali ini dokter kasih baju sama pasien?, emang bajuku cocok dengannya?,kamu ini ganggu abang saja!,ya okeylah nih baju kasih saja ,abang iklas kok,dah abang balik dulu ngantuk,” ucap saudaraku itu berlalu pergi.

Aku pun memanggil  perawat untuk memberikan pakaian kepada pasien itu,10 menit berlalu,perawat laki-laki mempersilakan aku masuk untuk mengecek kondisi pasien itu.Aku terkejut melihatnya,ternyata dia pria yang tampan,badannya atletis berotot dan berkumis tipis,ia tampak beda setelah mandi,aku jadi grogi  ketika melihatnya,dia juga  selalu memperhatikanku,tetapi aku cuek saja, dia mengatakan kalau aku dokter yang baik,Ia mengucapkan trimakasih karena telah sudi menolongnya.

Dihadapan perawat,aku mulai memeriksa denyut nadinya,selain itu perawat juga memeriksa tensi darahnya.aku menyuruh perawat untuk membawakan makanan,setelah perawat pergi,pasienku yang hanya merasa lelah itu menayakan siapa namaku,aku sedikit malu untuk menjawabnya,tetapi aku berusaha untuk tetap tenang,suaranya begitu lembut membuat aku terpana,aku menjawab “ Namaku Nia,kalau Mas  sendiri siapa namanya?.” Tanyaku,dia menjawab “Andi namaku Mbak”.

Menunggu makanan datang dari perawat ,aku mulai mengorek Identitasnya,Katanya Namanya Andi (nama Samaran=red),dia  Jakarta  baru 4 hari  di Batam,dan tidak memilki Pekerjaan  ,katanya ia masih Lajang.

Setelah aku tanyakan apa yang terjadi dengannya,Ia menjawab seperti menangis,katanya dia baru saja mengalami kebangkrutan dari usahanya yang ada di Batam.setelah kupastikan bangkrut usaha apa,dia tidak menjawab dan memilih diam.

Namun aku tidak mempermasalahkan hal itu,firastku mengatakan kalau dia orang yang baik,saat itu  kami berdua di dalam kamar inap Vip ,aku tidak takut kepada pasienku itu, bahkan tidak ada firasat buruk apapun dengan pria itu. Aku seperti nyaman ketika bersamanya padahal dia baru kukenal.

Perawatpun datang dengan makanannya,aku menyuguhkan makanan itu kepadanya,aku menganjurkan agar dia makan walau sedikit sebelum obat masuk kedalam tubuhnya.

Ia tampak malu,Ia minta maaf karena merasa telah merepotkan kami,” maaf ya mas perawat dan Mbak Dokter aku jadi ngerepotin anda semua,bagaimana aku harus membalas semua ini,aku tidak mampu membalas semua kebaikan ini,biarlah Tuhan yang maha kuasa yang memberikan berkah yang berlimpah kepada anda ini,kalau dari aku anda tidak bisa berharap apapun,aku minta maaf,mas dan Mbak dokter,trimakasih atas semua ini.” Katanya.

Usai makan,ia lalu kusosdorkan beberapa obat,setelah ia menelannya,Ia pun tidur,sebelum tidur Ia meminta untuk menyalam tanganku,aku memberikannya,sambil menyalam tanganku dia tampak meneteskan air mata dan mengucapkan trimaksih banyak,bahkan dia juga mengatakan ,” kalau Mbak dokter masih single,semoga cepat dapat pendamping yang baik seperti Mbak,kalau Mbak sudah berkeluarga,semoga rezekinya di tambahkan.” Katanya lagi.

Setelah menyalam tanganku,dia langsung merebahkan dirinya diatas kasur dan tertidur,aku dan perawatpun pergi.

Aku kembali kemeja Piketku dan mengisi semua data administrasi pasien itu,semua biaya pasien itu mengatasnamakan diriku,pikirku tidak adasalahnya menolong sesama yang sedang kesusahan.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 : 00 wib pagi,di meja piketku,aku jadi kepikiran pria itu,aku mencemaskannya ,dimana pria itu sendiri di dalam kamar.aku juga bingung,aku bertanya kenapa aku harus memikirkan dia,aku senyum sendiri.Pikirku  “ apakah aku jatuh hati padanya?.”Jawabku pagi itu,  mungkin juga.

Setelah jam menunjukkan jam 6 pagi.aku mulai merasakan kantuk,sebelum pulang aku sempatkan melihat pasienku itu,aku mengetuk pintu,dia tidak menjawab,aku memaksa masuk karena kutahu ia pasti masih tertidur lelap.

Setelah aku masuk,aku melihatnya masih tertidur pulas, aku mendekatinya,aku memperhatikannya wajahnya,ternyata dia pria yang baik,lembut selain itu dia juga tampan.

Karena ketampanan wajahnya,aku hampir tidak ingat pulang,aku ingin selalu disampingnya.ketika aku aku memnadangi wajah tampan pasienku itu,tiba-tiba aku dikejutkan suara perawat,”Hei Dok mandangin apa?,belum pulang,entar  ngantuk bawa mobilnya lho.., ucap perawat itu bercanda,namun aku cuek dengan ucapan itu,aku terus memandangi pria yang tertidur pulas di depan itu,dalam hatiku berpikir,” seandainya dia jadi suamiku,pastilah aku merasa wanita yang paling bahagia di dunia ini .’’ Hayalku saat itu.

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang,aku menitipkan pasien itu agar tetap di jaga dan dirawat,pesan pada perawat itu.” nanti kalau dah ganti sif jaga, tolong di buat laporan tentang pasien ini,tolong disampaikan keparawat lain ya.” Kataku pada perawat itu.

Akupun pulang,didalam perjalanan kerumah,aku selalu terbayang wajah tampannya,tetapi aku tidak punya alasan untuk kembali melihatnya,pasalnya malu apa kata para perawat nantinya.

Sesampainya dirumah,aku memutuskan tidur,karena rasa ngantukku sudah begitu berat,sebelum tidur sejenak aku terbayang wajahnya serta mendoakannya agar kondisinya cepat sembuh.

Singkat cerita,setelah aku kembali   ketempat kerja seperti biasanya malam itu,kulihat pria itu sudah tidak ada lagi,bahkan kamar yang sebelumnya di pakai oleh Andi(pasien=red),saat itu  sudah berganti di tempati oleh orang lain.

Belum sempat aku mencari informasi tentang Andi tersebut,seorang perawat wanita datang dan menghampiriku,katanya kalau pria yang bernama Andi itu ,sudah cek Out sejak sore,pasalnya pihak keluarganya sudah datang melihat bahkan sudah membayar semua tagihannya.

Mendengar ucapan perawat itu ,aku jadi sedih,bahkan masalah pembayaran itu juga,aku seperti tidak di hargai,aku sedih,hidupku seperti  percuma ,Kataku   dalam hati.

Semalaman itu aku seperti ditimpa kegalauan,aku kepikiran dengan Andi,pikirku,kenapa dia begitu cepat pergi berlalu,dan kenapa pula aku harus memikirkannya?,aku juga penasaran siapa dia.dalam hatiku tersadar kalau aku telah jatuh cinta kepadanya,tetapi bagaimana aku mungkin bisa bertemu lagi,sedangkan dia tidak tahu kergi kemana, apakah ini namanya jatuh cinta?,pikirku lagi saat itu.

Tak kusangka perawat laki-laki yang ikut menbantuku malam itu,telah menitipkan sesuatu kemejaku kerja,tetapi tidak kuperhatikan sama sekali,ternyata ada amplop yang bertuliskan Kepada Dokter Nia,lalu kubaca ternyata dari andi yang sengaja di tulisnya untuk menenangkan hatiku.

Dalam isi tulisan itu kepadaku katanya,Nia..aku tahu kamu menyukaiku,aku melihatnya ketika kamu pagi itu lama berdiri disampingku,saat itu aku tidak tidur,aku pura-pura tertidur, aku juga memperhatikanmu,aku melihat senyummu,hayalanmu..aku juga suka padamu,selain suka ,aku juga telah jatuh hati kepadamu tetapi itu tidak mungkin, kamu dan aku begitu jauh berbeda,aku hanyalah orang biasa yang tidak bisa diharapkan.aku tidak pantas untukmu ,kamu begitu baik,hatimu sangat mulia,aku yakin kamu pasti menemukan orang tepat menjadi pendamping hidupmu. maafkan aku..TTd ,Andi.trimakasih.

Usai membaca suratnya itu,Aku menangis ,kesal dan sedikit malu,aku menangis ketika cintaku tumbuh tetapi layu dan pergi berlalu,aku kesal karena dia pura-pura tertidur,aku karena dia mengetahui apa yang ada di dalam hatiku.

Kata-kata tulisan terakhirnya  hanya bisa aku mengaminkan,pikirku ,begitu banyak pria yang mengaharapkan cinta dariku, tetapi kenapa dia malah meninggalkanku,aku jadi galau di buatnya.

Sejak dari saat itu,tidak ada lagi rasa di hatiku,kututup hatiku untuk pria manapun,begitu lama hatiku membeku,ketika hatiku terbuka kembali,ia malah pergi begitu saja, sesalku saat itu.bahkan hari-hariku kulewati dengan penuh kehampaan.

Setelah 6 bulan berlalu,tidak sadar aku kedatangan pasien yang tidak asing bagiku,siang itu aku bergabung dengan Poli umum,tiba-tiba ada pasien yang masuk memakai topi koboi,dia masuk mengetuk pintu,dan kupersilakan duduk,setelah duduk kutanyakan apa sakit dan keluhannya,dia menjawab,” aku lagi galau.” ,bahkan didepan perawat yang sedang mengecek tensi darahnya ia juga mengatakan,” Nia ?..maukah kamu menikah denganku?.
Sontak darahku berdesir ketika mendengarnya,sebab suara itu tidak asing lagi bagiku,diapun  membuka topinya,akupu mengenali wajahnya ,ternyata Andi,akhirnya mendengar pertanyaannya Andi itu,aku jadi membisu,sebenarnya aku ingin memeluknya,namun aku malu karena ada perawat,dengan pelan perawat kuperintah keluar sejenak,setelah perawat keluar, pintu pun tertutup,tampa rasa malu ,aku memeluk Andi begitu erat,aku senang hingga meneteskan air mata.

“ Dari mana saja kamu,kenapa kamu tinggalkan aku,aku begitu mencintaimu,aku tahu kamu juga orang baik,tentu aku mau menikah denganmu,kamu harus janji  jangan tinggalkan aku lagi.” Kataku pada Andi.

Andi juga memelukku dengan erat,ia menganggukkan semua ucapan yang kupinta kepadanya,” aku berjanji ,aku tidak akan pergi meninggalkanmu lagi,tetapi kamu jangan pernah menyesal telah mencintai aku,aku juga akan memberikan cinta yang terbaik dirimu.” Ucap Andi yang kini menjadi Suamiku itu.

2 bulan berlalu sejak itu,kami selalu berkomunikasi,hari-hariku kembali bersinar,hidupku bersemangat,keluarga besarku juga sangat mendukung pilihanku itu,kata keluarga pada aku ,katanya,  “yang penting aku bahagia dengan pilihanmu.”

Ternyata Andi adalah seorang pengusaha di expor-import  bahan property,bahkan kolega-kolega dari ibuku juga berbisnis Property ada yang mengenal Andi,katanya Andi adalah pekerja keras.mendengar itu aku tambah yakin kalau Andi adalah jodohku yang sebenarnya diberikan Tuhan.

Setelah semua keluarga sudah saling kenal begitu juga aku  dengan keluarga Andi,akhirnya orang tua kami langsung menentukan tanggal dan waktu pernikahan kami.

Setelah setahun kami menikah,kami dikaruniai satu anak laki-laki yang persis mirip dengan ayahnya,kini kami hidup bahagia,walau ada masalah didalam rumah tangga kami,diantara kami selalu ada yang mengalah,terutama suamiku,dia tidak pernah berubah,mungkin sudah sifatnya sebagai seoarang pengalah,jangankan dalam rumah tangga,didalam pekerjaan dia juga sering mengalah dengan para saingan bisnisnya.

Sebagai seorang wanita,terkadang aku marah kalau ia terlalu sering mengalah terhadap pesaing bisnisnya,aku tidak tega kalau melihat dia sedih sendirian memikirkan masalahnya.

Aku tidak pernah marah kepadanya,aku marah karena banyak orang yang memamfaatkan dai dari sikap mengalahnya.

Namun aku terus memberi suport agar suamiku tercintaku itu tetap bersemangat,kini aku telah menjadi dokter spesialis dan membuka praktek sendiri,dan suamiku juga telah beralih bisnis,kami hidup bahagia,tentunya dengan kebahagian yang kami dapat tidak tersebut terlepas dari doa dan berkat yang di berikan oleh Tuhan yang maha Kuasa.

Maka dengan adanya tulisan ini,sedikitnya dapat memberi pesan moral kepada para pembaca yang budiman, Nia  adalah wanita yang biasa yang tidak ada sifat hura-hura,sebenarnya itu dapat ia lakukan,sebab ia dari keluarga yang berkecukupan,namun walau orang tuanya berada,ia hidup biasa saja,ia lebih memerdulikan pendidikannya mencapai cita-citanya sebagai dokter.

Begitu juga dengan cintanya,cintanya atau jodohnya tidak pergi kemana-mana,ia mendapat pria pilihannya,bahkan ia tidak mengetahui jodohnya yang kini telah menjadi suaminya itu adalah pengusaha,bahkan suaminya itu dahulunya mengatakan kalau dia adalah orang yang tidak bisa diharapkan.

Namun Nia tidak memandang itu,Nia dengan tulus menolong Pria itu. Bahkan Nia juga tidak tahu kalau Andi itu  masih lajang saat itu.tetapi itulah jodoh,Tak akan lari gunung di kejar,itulah pepatah yang pantas untuk cerita ini,Trimakasih.


Penulis : Agus Budi Tambunan