Tuesday, 10 February 2015

Mengungkap Identitas Jasad Pria Berdasi AirAsia

Dinamika Kepri - Identitas jasad pria berseragam putih dan berdasi AirAsia QZ8501 yang ditemukan tim penyelam Basarnas belum juga dapat diungkap.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, tim Disaster Victim Identification (DVI) masih melakukan pendalaman data diri korban.

"Tunggu saja hasilnya," kata Awi Setiyono seperti dikutip dalam siaran pers yang disiarkan tvOne, Senin malam, 9 Februari 2015.

Dalam keterangannya, Awi mengatakan, ada tanda lain selain dasi dan seragam, yakni tanda kepangkatan dunia penerbangan berupa bar berjumlah tiga yang masih melekat di pundak jasad pria itu.

Untuk diketahui, dalam dunia penerbangan, tanda pangkat tiga bar itu hanya dikenakan oleh First Officer with ATPL alias dipakai oleh seorang pendamping pilot yakni kopilot.

Dalam penerbangan AirAsia QZ8501, ada dua orang yang berada dalam kokpit, yakni kapten pilot, Iriyanto dan kopilot Remi Emmanuel Plesel.

Saat menerbangkan QZ8501, kapten Iriyanto mengenakan seragam pilot dengan atribut dasi dan juga tanda pangkat dengan empat bar di pundaknya.

Sementara itu, pada jasad pria berdasi yang ditemukan dalam bangkai kokpit AirAsia QZ8501 terdapat pangkat dengan tanda tiga bar.

Jasad itu ditemukan tim penyelam Basarnas pada Jumat 7 Februari 2015. Jasad ditemukan dalam posisi masih duduk di kursi dan terikat sabuk keselamatan.

Pada musibah jatuhnya AirAsia QZ8501 di Selat Karimata dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, terdapat 7 awak termasuk kapten pilot dan kopilot. Hingga saat ini, baru lima awak yang telah ditemukan yakni empat pramugari/pramugara dan seorang teknisi. 

Via : viva.co.id