Thursday, 26 February 2015

Kenali Batu Merah Delima (Ruby) Yang Asli

Dinamika Kepri- Kita pasti sudah terlalu sering sekali mendengar nama batu cincin yang satu ini (Batu Merah Delima), tentu saja, karena batu cincin ini memang sangat dicari orang, tetapi dengan demikian bukan serta merta gampang untuk mendapatkannya, justru batu cincin ini sangat langka sekali, dan ada beberapa jenis Batu Merah Delima yang tergolong sangat langka dan mahal harganya, suatu keberuntungan jika kita memiliki Batu Merah Delima (yang asli) ini.

Walaupun banyak sekali batu jenis-jenis lainya yang bertebaran di sana-sini, dan berbagai macam warna hingga harga, tetapi tetap batu merah delima yang sangat diinginkan bagi para kolektor batu cincin, pesona batu ini memang berbeda, memang jika kita dengar dengar cerita masyarakat, batu merah delima ini memiliki khasiat kusus salah satunya memberikan kemakmuran bagi  yang menggunakan atau memilikinya.

Batu Mirah Delima, Merah Delima, atau Batu Ruby Merah adalah jenis batu permata berwarna merah yang dapat bervariasi antara merah muda hingga merah darah dan merupakan salah satu jenis dari mineral corundum (aluminium oksida) yang memiliki tingkat kekerasan 9 pada skala Mohs. Warna merahnya terutama disebabkan oleh kromium. Namanya berasal dari buah delima yang isinya berwarna merah. 
 
Batu Ruby alami sangat jarang, tetapi rubi buatan dapat difabrikasi dengan cukup murah. Batu Ruby dianggap merupakan salah satu dari empat batu berharga bersama dengan safir, zamrud, dan intan.

Harga Batu Ruby terutama ditentukan oleh warna. Warna merah paling berkilau dan paling bernilai dapat berharga sangat tinggi melampaui rubi lain dengan mutu yang sama. Setelah warna, berikutnya adalah kejernihan ; batu yang jernih menandakan harga yang tinggi.

Berasal dari pertambangan Mogok-Myanmar.

Tidak jelas kapan tambang Mogok ini diketemukan, demikian pula halnya dengan Batu Merah Delima ini, tidak banyak yang tahu. Namun berdasarkan legenda masyarakat setempat, penemuan batu mulia ini telah ada sejak jaman Budha berjalan di atas bumi.

Alkisah, pada jaman dahulu kawasan Mogok adalah kawasan hutan belantara yang dihuni oleh burung-burung liar. Suatu saat seekor burung elang raksasa yang pernah hidup di bumi sedang mencari makan (berburu), setelah mendapatkan buruannya, maka dagingnya dicabik-cabikkan. Bersamaan dengan itu tercabiklah sebuah batu keramat besar yang berada di puncak bukit, tanpa disadari batu itu telah bercampur dengan darah dan daging serta telah ikut pula termakan. Karena tidak dapat tertelan, maka batu itu dimuntahkan bercampur dengan darah segar yang masih menyelimutinya. Itulah Batu Merah Delima atau Batu Ruby Merah yang pertama kali muncul di dunia.

Sejak saat itu masyarakat Myanmar percaya bahwa Batu Merah Delima itu dapat diketemukan di sarang-sarang burung elang. Konon juga batu itu sebenarnya bukanlah batu, namun benar-benar merupakan darah yang telah membatu. Itulah sebabnya, maka banyak orang yang percaya bahwa batu ini akan mampu merubah warna air menjadi merah.

Penulis : Nawi Kusparman