Saturday, 14 February 2015

Kedua kalinya Mantan Karyawan Korban PHK PT Dhiva Sarana Metal Mojok Depan Perusahan

Batam,Dinamika Kepri -Sebanyak 60 orang mantan karyawan  PT Dhiva Sarana Metal (DSM) kembali membuat gelar tenda di depan Perusahan untuk yang kedua kalinya. sudah 2 hari ini tenda itu di penuhi banyak orang.

Katanya kepada awak media  Sabtu 14/2,kalau keberadaan mereka, untuk menuntut pesangon yang tak kunjung di bayarkan oleh pihak  perusahan,diduga perusahan telah bangkrut.

Thamrin (45) yaitu salah seorang dari mereka kepada media ini menjelaskan,kalau keberadaan mereka saat itu,ucapnya  untuk menuntut pencairan uang PHK yang tak kunjung di bayarkan  PT Dhiva Sarana Metal padahal sudah dijanjikan pada tanggal 12/1/2015 yang lalu . 

"Pihak  PT Dhiva Sarana Metal(DSM) sebelumnya telah berjanji akan mencairkan uang PHK kami pada tanggal 12/1/2015 yang lalu,namun janji itu di ingkari perusahaan tampa alasan yang jelas,makanya kami gelar tenda lagi." Katanya.

Informasi yang diterima media ini,diketahui   bahwa PT Dhiva Sarana Metal seharusnya pada tanggal 25/1/2015 yang lalu, sudah  membayarkan hak uang pesangon para mantan pekerjanya itu,namun tidak diketahui apa kendalanya kini membuat mantan karyawanya itu harus menggelar tenda untuk kedua kalinya di depan perusahan tersebut.

Selain itu,mereka juga mengaku kalau mereka adalah korban PHK sepihak yang tidak pernah menerima surat peringatan (SP) apapun dari pihak perusahaan.

"Jelas ..kami adalah korban PHK sepihak,sebab perusahan langsung melakukan Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) tampa ada (SP) sama sekali,kami sudah di PHK sejak dua bulan yang lalu,makanya kami menuntut hak pesangon kami." Kata dia.

Bahkan pihak  perusahaan katanya, pernah berniat ingin membayarkan pesangon  dengan cara mencicil selama 6 bulan,namun ditentang oleh pihak Dinas tenaga kerja (Disnaker), katanya cara itu itu tidak sesuai Undang-Undang ketenaga kerjaan,akhirnya pihak perusahaan berjanji lagi akan membayarnya pada tanggal 25/2 bulan ini.

Thamrin yang sudah 3 tahun mengabdi di perusahan tersebut mengatakan , kalau mereka  tidak optimis perusahaan bisa membayarkan hak pesangon mereka pada tanggal 25/2 ini.

Untuk mensingkronkan Pernyataan dari  mantan pekerja PT DSM itu,media ini mencoba menghubungi Putra selaku HRD di Perusahaan tersebut,namun sampai berita ini dimuat pada pukul 13 : 42 Wib,ponsel yang bersangkutan tidak aktif.