Monday, 16 February 2015

BP Batam Tidak Izinkan Ada Bangunan di Row Jalan

Batam,Dinamika Kepri  - Ruang Terbuka Hijau(RTH),Buffer zone atau Right of way (ROW) di Batam saat ini,telah menjadi sorotan  bisnis yang menjanjikan untuk mendirikan kios-kios ankringan bagi pedagang.

Informasi dilapangan,ternyata satu lapak siap pakai di badrol Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per lapaknya.Anda tertarik? tidak ada salahnya anda mencoba bisnis ini,kenapa yang orang lain bisa!,kenapa anda tidak,tentunya anda juga bisa seperti mereka,kesannya mumpung Row jalan di Batam belum semuanya terisi.

Di Batam,telah banyak  Buffer zone atau Row Jalan telah dialih fungsikan,ada yang mengalihkan fungsikan menjadi tempat membangun rumah toko(Ruko),Hotel,cucian mobil dan kios-kios pedagang.namun walau sudah begitu,tidak ada tindakan atau larangan yang berarti dari pihak manapun,baik pemerintah kota Batam maupun Bp kawasan Batam sendiri terkesan tutup mata.

Maraknya bangunan di Row jalan saat ini,diduga ada jatah upeti bagi oknum-oknum tertentu sehingga aktifitas pengalih fungsian Row jalan tersebut tetap berlanjut.

Saat ini kios-kios menjadi pilihan,maraknya pendirian kios pedagang dari sepanjang jalan Tangjung Uncang hingga ke Genta II Batu Aji,Kata Direktur PTSP dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan,kalau hal itu tidak pernah di izinkan kecuali untuk usaha  Tanaman Bunga.

" Bp kawasan tidak pernah memberikan izin mendirikan bangunan di Row jalan,kecuali untuk usaha Tanaman ." Katanya  singkat ketika diconfirmasi awak media ini siang tadi (16/2).

Maraknya bangunan di Row jalan saat ini,Kata Direktur PTSP dan Humas BP Batam itu,katanya dalam waktu dekat ini,pihaknya akan segera menurunkan tim terpadu untuk melakukan penindakan.

"Dalam waktu dekat ini,kita akan segera menurunkan tim terpadu untuk melakukan penindakan." Katanya mengakhiri.

Terkait pernyataan Dwi Djoko Wiwoho itu,Humas Pemko Batam,Ardi Winata juga telah menyampaikan Hal yang sama pada tanggal (5/2/2015) yang lalu,kepada awak media ini ketika diconfirmasi,Ardi Winata mengatakan,"Akan segera di tertibkan",Ucapnya,Namun tidak tahu pasti,kapan penertiban itu akan terealisasi.


Editor :Agus Budi T