Wednesday, 4 February 2015

Di Batam,Warga Bebas Mendirikan Bangunan di Row Jalan


Batam,Dinamika Kepri - Pembangunan di Batam terus bertumbuh Pesat,akibat pesatnya pembagunan itu diduga pemerintah Kota Batam juga mengizinkan mendirikan Bangunan di Row jalan,sebab jangankan bangunan semi parmanen,bangunan parmanen seperti hotel berbintang pun juga telah berdiri seperti di bilangan Nagoya yaitu ruko-ruko dan hotel 89.

Saat ini telah ada yang sengaja mendirikan bagunan di row jalan tepatnya didepan Hotel Sky Batu Aji,diduga tempat itu akan dijadikan tempat kios kuliner atau tempat angkringan seperti ditempat lainnya,diperkirakan luas bangunan semi parmanen itu cukup untuk membuat beberapa kios kuliner.

Adanya pembangunan dirow jalan tersebut,salah satu pekerja di tempat itu kepada awak media ini menyatakan, tidak tahu peruntukan bangunan itu.katanya dia hanya pekerja.

"Saya tidak tahu bangunan ini buat apa,saya hanya pekerja,kalau ingin lebih jelas tanyakan langsung sama pak Rudi." Terang pekerja bangunan saat itu kepada wartawan ini singkat.

Terkait adanya aktifitas mendirikan bangunan di row jalan itu,Selasa 3/2/2015,media ini juga telah menginformasikan tentang hal itu kepada pihak yang bertangung jawab seperti ketua BP Kawasan Batam yaitu  Mustofa Widjaja,Tato Wahyu selaku Dirkimli dan Agrobisnis BP Kawasan Batam dan kepapa Walikota Batam Ahmad Dahlan,Namun tidak merespon sama sekali.bahkan saat ini pendirian bangunan itu tetap lanjut mulus tampa ada larangan dari pihak manapun.

Padahal pos penjagaan Sat-pol PP hanya berjarak 500 meter dari tempat itu,yaitu pos Senawangi,padahal kemarin 3/2 masih terlihat beberapa personil duduk santai di pos tersebut,tidak tahu apa kendala sehingga tidak ada larangan atas bangunan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut.

Terkait bisa tidaknya mendirikan bangunan di Row Jalan/RTH,Via celular atau dengan pesan singkat awak media ini juga mencoba menayakan hal ini kepada ke 3 pejabat itu,namun tidak menjawab.

Diduga dengan adanya dua kepemimpinan di Batam,tengah membuat salah satu ciri khas tersendiri untuk membuat alibi,bahkan terkesan para pejabatnya dapat berkilah saling lempar tanggung jawab atau memilih bungkam ketika dipertanyakan.

 Editor :Agus Budi T