Friday, 6 February 2015

Acara HPN 2015,Terkesan Minim Respon Dari Wartawan Batam

Batam,Dinamika Kepri – Hari Pers Nasional (HPN)2015 yang saat ini tengah berlansung di Batam Provinsi Kepri,dinilai Panitianya sudah cukup sukses,sebab dari ucapan ketua  panitia HPN pusat  yaitu Sengko Sutejo pada kata sambutannya sebelum jamuan makan di Restourant Golden Prawn  pada kamis malam tanggal 5/2/2015,kalau acara HPN di Batam sudah berjalan sesuai yang diharapkan.

Namun ia tidak melihat kalau respon dari para wartawan yang ada di Batam,terkesan  sangat  minim dengan adanya acara HPN tersebut.diduga acara HPN yang sedang berlansung di Batam, bukan untuk semua kalangan wartawan yang ada di indonesia,melainkan acara tersebut terkesan khusus kepada satu nama organisasi kewartawanan saja,padahal kita ketahui ada banyak organisasi wartawan di Indonesia yang saat  ini masih eksis namun tidak terdengar atau tidak diundang malam itu.

Dimana anggapan itu Jelas terlihat ketika pada acara jamuan makan yang di panitiai oleh  Dprd Provinsi Kepri di Restourant Golden Prawn  Bengkong laut Batam.

Pemantauan media ini di acara itu,kehadiran  wartawan yang ada di Batam  baik dari media lokal maupun perwakilan/biro media nasional di Batam bisa dihitung dengan jari malam itu,bila dihitung tidak sampai 10 orang,padahal saat ini tercatat ada ratusan perwakilan media  dari seluruh Indonesia  di Batam, namun tidak terlihat malam itu,bahkan Para wartawan media cetak harian lokal dan media online Batam pun,juga minim yang hadir malam itu,pertanyaanya kemana mereka ?.

Selain itu ,adanya kesan yang beranggapan minimnya respon dari wartawan yang ada di Batam tentang HPN tersebut,memang sudah terlihat ketika Asmono Wikan  dari SPS pusat  dan Hadi Pranoto ketika melakukan jumpa PERS pada 16/1/2015 yang lalu di gedung Bida BP Kawasan Batam.

Dimana dalam jumpa PERS itu Pihak SPS cendrung membahas tentang ASEAN Summit for State-owned Enterprises and Media (ASSOEM), The 1st ASEAN Public Relations Summit (APRS), dan The 1st ASEAN Corporate Investment Expo (ACIE) saja.

Kehadiran mereka bukan untuk membahas bagaimana cara untuk mensejahterahkan kehidupan yang layak bagi para wartawan.

Bahkan seorang wartawan media cetak harian Batam yang tidak sempat menyebut namanya  saat itu,terlihat merasa tidak nalar dengan konsep yang di utarakan di Jumpa PERS tersebut.

Karena rasa penasarannya,wartawan itu sempat menayakan,katanya,"Kenapa tidak membahas bagaimana cara mensejahterahkan kehidupan para wartawan ?".

Tak pelak pertayaan itu langsung direspon dari salah satu dari pihak SPS dan mengatakan,katanya akan diupayakan.

 “Akan kita upayakan kepada setiap perusahaan media bagaimana agar itu dapat menjadi perhatian,” Ucap Asmono Wikan memastikan kepada wartawan itu.

Seusai jumpa PERS itu dilakukan,ditempat terpisah tampak para awak media jadi ngurumpi membahas tentang apa yang baru mereka liput.bahkan sebagian wartawan yang hadir dalam jumpa PERS itu banyak merasa yang kebingungan dengan hal itu.


Penulis.Agus Budi Tambunan