Tuesday, 13 January 2015

Pintu Air Bagan Jadi Pilihan Wisata Keluarga

Batam,Dinamika Kepri – Gemercik suara air tawar yang jatuh dari waduk Duriangkang kedataran rendah tepatnya di tembok beton pembatas air Dam di Pintu air Bagan Tanjunng Piayu ini,ternyata  menjadi tempat paforit  primadona wisata keluarga bagi warga Piayu sekitarnya,selain wisata keluarga ,tempat itu juga ternyata menjadi tempat memadu kasih para kaula muda.

Katanya ,kalau Setiap hari libur seperti hari minggu , tempat itu selalu ramai dari pengunjung, selain banyak pasangan muda-mudi di tempat itu, juga banyak anak-anak yang berenang dengan para orantuanya.

Kata warga yang ada di tempat itu,katanya selain masuknya juga gratis,anak-anaknya juga bisa berenang sepeuasnya tampa ada yang dikwatirkan,pasalnya kedalaman air di bawah tembok air itu hanya sepinggang orang dewasa.

“Mending liburan disini,airnya bersih udah itu airnya juga  berganti(mengalir=red),kedalamannya juga cocok untuk anak-anak,pokoknya disini enaklah.” Ucap seorang pengunjung kepada awak media ini.

Dilihat dari prospek tempatnya,tempat itu terlihat memang sangat mendukung dan menjanjikan  apa bila pihak yang ingin membenahi dan mengelolanya. Namun ucap seorang warga yang lama bermukim di sekitar itu mengatakan ,pengunjung bisanya datang ketika airnya masih berjalan.tetapi kalau musim kemarau katanya air tidak mengalir karena penurunan debit.

“Sebenarnya tempat ini bisa dikolela agar lebih baik lagi sebab airnya masih terus mengalir,tetapi kalau lagi musim kemarau,air terhenti dan siapa lagi yang datang.” Katanya penasaran.

Pantauan media ini,dilokasi ternyata semakin malam pengunjung semakin ramai,namun yang datang bukanlah pasangan keluarga lagi,melainkan pasangan muda-mudi untuk memadu kasih sambil mendengarkan gemercik air yang jatuh dari ketinggian 3 meter tembok pembatas air di Dam itu.

Semakin larut malam,tempat itu semakin ramai pasangan,terlihat bagaikan pasar namun tidak ada suara kebisingan,semua   pengunjung duduk berpasang-pasanagan ,ada yang terlihat diatas batu pembatas dan juga yang sengaja bersembunyi  masuk ke semak -semak yang tidak diketahui apa maksud dan tujuannya hingga banyak pasangan memilih di balik semak.