Sunday, 11 January 2015

Cerita Petani Miskin dan Kuda Putih

"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan apa yang kamu lihat "

Dinamika Kepri -Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah.

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.sayangnya si petani miskin itu tidak mau menjualnya.akibatnyaTeman-temannya menyayangkan dan mengejek dia karena tidak mau menjual kudanya itu.

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya. Maka teman-temannya berkata : "sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kudamu di jual,pasti kamu sudah kaya, sekarang kudamu sudah hilang." Namun mendengar ucapan temanua itu,Si petani miskin hanya terlihat diam saja.


Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata : " Wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan." mendengar ucapan dari temannya itu,lagi-lagi Si petani hanya diam saja.


Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata : "Rupanya kuda-kudamu itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah." seperti biasa, Si petani  itu tetap diam tanpa komentar.


Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : " Beruntung sekali nasibmu, karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami." Ucap teman-temannya lagi.

Namun mendengar perkataan itu,tampak si petani sudah tidak bersabar dan kemudian berkomentar : "Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini, belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.(Vionaveronica)