Tuesday, 13 January 2015

Mau Urus Bpjs Kesehatan ,Warga harus Antri Sejak Jam 4 subuh

Batam,Dinamika Kepri - Sejak dibukanya kantor cabang Bpjs kesehatan Batam Centre ini 2 hari lalu,tempat ini selalu dipadati warga Batam.

Tingginya minat masyarakat Batam untuk bergabung di Bpjs kesehatan ini sangat terlihat jelas,pasalnya di jam 4 subuhpun warga sudah rela mengantri untuk mendapatkan nomor antrian untuk mengurus Bpjs kesehatan.

Selama 2 hari ini,warga selalu terlihat berkumpul di pos satpam tersebut untuk mengisi buku absen hanya untuk mendapatkan nomor antrian untuk bekal syarat mengurus birokrasinya di Kantor BPJS Kesehatan tersebut.

Menurut Erik yaitu seorang Sat-Pam ditempat itu kepada media ini,membenarkan kalau masyarakat sudah mengantri sejak jam 4 subuh.

" Iya benar..jam 4 pagi tempat ini sudah dipadati masyarakat untuk mengisi absen ,padahalnya hanya tujuannya hanya untuk mendapatkan nomor antrian saja." Katanya.

Ketika ditanya berapa jumlah urutan maxsimal antrian,Satuan pengaman (Sat-pam)  Kantor BPJS Kesehatan Batam Centre yang baru buka 2 hari itu menjawab katanya hanya 130 orang  pengantri perhanrinya.

"1 hari hanya mengeluarkan 1 s/d 130 nomor antrian saja,kantor kita  buka sampai jam 5 : 00 sore ." Terangnya.

Namun diantara mereka yang berkumpul di sekitar Kantor BPJS Kesehatan Batam Centre itu,diketahui banyak juga yang tidak memiliki nomor antrian namun memilih tetap bertahan.

Seorang ibu paruh baya kepada media ini mengatakan.kalau dirinya optimis kalau pihak Bpjs akan ada kebijakan untuk menangani masalah tersebut,namun sampai kantor Bpjs itu tutup,terkesan tidak ada solusi untuk menagani hal tersebut,akibatnya masyarakat yang datang dari seluruh penjuru Batam putar haluan dengan kecewa.

Namun dari tempat terpisah,ada yang menuding kalau nomor antrian di Kantor BPJS Kesehatan Batam Centre itu juga di perjual belikan.katanya selain nomor antrian di perjual belikan,yang mengurus Bpjs itu juga kebanyakan orang yang mewakili (calo=red).

Benar atau tidaknya informasi miring tersebut,sampai saat ini  tim media ini masih melakukan investigasi tentang kebenaran hal itu.



 Penulis : Agus Budi Tambunan