Saturday, 10 January 2015

Amsakar :" Soal LPG, Batam Perlu Perlakuan Khusus"

Batam,Dinamika Kepri - Pemerintah Kota Batam berharap Pertamina tidak menjual elpiji 3 kilogram di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Karena dengan penjualan gas tabung hijau tersebut di SPBU, berarti sistemnya menjadi terbuka. Padahal seharusnya distribusi LPG 3 kg dilakukan secara tertutup, karena merupakan barang bersubsidi yang dibatasi kwuotanya.

“Mestinya sistem distribusinya memang tertutup. Tertutup itu maksudnya penyalurannya by name by address yang datanya ada di pangkalan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Walikota Batam, Kamis (8/1).
Namun menurut Amsakar, pemerintah tak bisa melarang penjualan elpiji 3kg di SPBU. Karena SPBU punya hak untuk menjual semua produk Pertamina, termasuk LPG.
Atas dasar itulah akhirnya pemerintah tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut. Dan dengan pertimbangan elpiji yang dijual di SPBU bisa untuk menjawab kebutuhan gas bagi pelaku usaha mikro.
“Yang ada  dimasyarakat tidak semuanya dapat meng-cover pelaku UMKM. Dengan dijual di SPBU diharap bisa mem-back up pelaku UMKM yang tidak ter-cover di pangkalan,” katanya.
Menurut Amsakar, yang menjadi permasalahan terkait gas rumah tangga ini adalah penentuan kuota yang hanya mengikuti tren pertumbuhan dari tahun ke tahun. Sementara kuota yang didapatkan sudah ada ketetapannya dari pusat.
“Diajukan atau tidak diajukan, jumlah yang ditetapkan itulah yang didistribusikan ke provinsi. Lalu dari provinsi dibagi ke kabupaten/kota. Kita sudah berkali-kali menyurati bahwa Batam perlu perlakuan khusus, karena pertumbuhan penduduk tinggi, jumlah UMKM besar, pemukiman juga terus bertambah,” kata Amsakar.(MCBatam)