Wednesday, 26 November 2014

Terkait Gula 2700 Ton,Nampat Janji Akan Pidanakan Oknum BC Batam

Batam,Dinamika Kepri - Lagi-lagi masalah  Gula 2700 Ton mencuat lagi,dimana permasalahan tersebut sudah pernah disidangkan sebanyak  3 kali dikomisi informasi publik (KIP) Provinsi Kepri di bulan oktober 2014 yang lalu,dan sidang itu telah dimenangkan oleh penggugatnya yaitu Nampat Silangit selaku praktisi keterbukaan informasi Pulik.

Kini  26/11/2014,kepada media Nampat Silangit membeberkan penemuan barunya, kata Nampat Silangit dirinya kini telah memiliki data yang sebaliknya ,dimana data tersebut menjelaskan bahwa gula sebanyak 2700 tersebut bukan direekspor melainkan telah dialihkan kenegara Jiran,yaitu Malaysia.

Sebelumnya,pihak BC Batam mengatakan didalam sidang KIP ,bahwa Gula 2700 ton tersebut telah direekspor BC Batam kenegara Asalnya yaitu Thailan.Namun tidak dapat menunjukkan datanya sebagaimana yang dinginkan oleh penggugatnya,akibat pengugat memenangkan sidang tersebut.

Maka dengan adanya data yang telah Ia dimilikinya,Nampat Silangit  berjanji akan melanjutkannya ke proses hukum,Ia juga menyatakan bahwa sikap BC Batam telah melakukan Pembohongan Publik di KIP terkait gula 2700 Ton tersebut.

" Jelas ini masalah terus berlanjut hingga keranah hukum,kita sudah punya buktinya autentiknya,Gula itu ternyata tidak direekspor seperti kata mereka (BC Tipe B Batam=red),kalau menurut data yang kita terima ini,gula itu dialihkan ke Malaysia." Ucap Nampat Silangit  menjelaskan.

Terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Nampat Silangit  selanjutnya,media ini mencoba meminta tanggapan dari Ari Pudin Jalil Selaku ketua KIP Provinsi Kepri,kepada media ini ketua KIP tersebut menjelaskan,bahwa langkah yang akan di tempuh Nampat Silangit nantinya diluar dari pada kewenangannya.

" Itu diluar kewenagan KIP,KIP hanya sebatas menangani proses permasalahan kertebukaan informasi Publik saja,kalaupun ada langkah-langkah yang selanjutnya,itu hak dari pada penggugatnya,KIP tidak pernah mengarahkan ataupun menganjurkan,benar kalau Nampat Silangit selaku penggugat telah memenangkan sidang tentang gula tersebut,dimana pihak BC tipe Batam adalah selaku pihak termohon sebelumnya juga mengaku telah mereekspor gula tersebut,kalau memang tidak benar,ya dari sisi hukumnya itu sudah termasuk dalam tindak pidana dengan pembohongan Publik,adapun ganjarannya akan dikenakan nantinya,dimana sesuai peraturan 2008,pelaku akan dikenai ganjaran 1 tahun Penjara dan denda Rp 5 juta,terkait di pecat atau tidaknya oknum-oknum BC tersebut,itu tergantung dari para pimpinannya bagaimana untuk menyikapinya." Ujar ketua KIP itu menjelaskan.