Saturday, 15 November 2014

Polisi pukul wartawan saat liputan, Ganjar sebut itu jahiliyah

Dinamika Kepri - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyayangkan terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap wartawan saat meliput demo mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang menolak kenaikan harga BBM.

Ganjar menilai di era sekarang ini bukannya era melampiaskan kemarahan kepada wartawan. Di negara Indonesia yang dikenal dengan demokrasinya, mestinya harus menyelesaikan persoalan dengan cara berdiskusi. Jika perlu, melakukan debat secara terbuka.

"Ya lah. Sekarang bukan eranya marah lah. Era diskusi lah. Kita berdebat juga oke kok. Ndak apa-apa, informasi khan semua bisa kita share-lah karena mereka pemberi informasi," terang Ganjar Pranowo usai menjadi pembicara dan membuka Fokus Group Discussion (FGD) bertema 'Peranan Media Menghadapi Bencana' yang diselenggarakan oleh Komunitas Diskusi Wartawan (KDW) di Hotel Kesambi, Jalan Kesambi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/11).

Ganjar mengimbau supaya anggota polisi atau siapapun tidak mudah terpancing emosi saat berhadapan dengan wartawan apalagi saat melakukan kegiatan peliputannya. Wartawan malah merasa senang dan dihargai jika ada yang kurang atau kesalahan pada pemberitaannya diberikan saran serta pandangan.

"Ndak usah emosi, kan kalau kegiatan kita tidak ada pemberitaan mereka tidak bisa. Sudahlah, yang sifatnya jahiliyah-jahiliyah itu enggak usah dilakukan. Mereka juga kerja cari informasi, kalau ada yang kurang pas mereka diundang diajak ngobrol. Sangat saya sayangkan," paparnya.

Apalagi melakukan teror terhadap wartawan saat ini harus diakhiri. Ganjar mengakui jika banyak cara untuk menyelesaikan masalah yang bersinggungan dengan wartawan. Baik melalui memberikan hak jawab, somasi maupun menempuh jalur hukum.

"Model teror-teror terhadap wartawan itu mesti harus diakhiri. Wong wartawan tidak benar juga banyak tapi caranya tidak boleh dipukul. Diajak bicara saja, kalau saja tidak selesai, tidak tuntas bawa saja masalahnya ke hukum begitu. Gaya-gaya kekerasan itu enggak zaman! Kampungan!".

Sumber: Merdeka.com