Tuesday, 4 November 2014

Kondisi Fisik Bangunan Gedung Balai Rehabilitasi BNN Kepri,Hancur-Hancuran

Batam,Dinamika Kepri - Kinerja PT. Waskita Karya selaku kontraktor utama pada pembangunan gedung Balai rehabilitasi Provinsi Kepri yang berdomisili di Batam ini,layak dipertanyakan,

Pasalnya fisik bangunan yang katanya kini sudah diserah terimakan itu kepada sang pemilik bangunan yaitu BBN( Badan Narkotika Nasional) Provinsi Kepri itu,tampak tidak maksimal.pasalnya fisik bangunan banyak yang rusak,selain dinding bangunan retak-retak,telihat juga keramik-keramaik yang sudah dipasang di setiap pintu masuk tidak maksimal karena landasan tanahnya banyak penurunan yang mungkin sebelumnya tidak pernah diperhitungkan oleh contraktornya.

Proyek pembangunan yang diduga tidak sesuai bestek ini,juga telat durasi pengerjaan hingga tiga bulan,diduga terindikasi banyak kecurangan di pembangunan pusat rehabilitasi tersebut.

Katanya,selain fisik bangunan banyak mengalami keretakan,katalagi, seluruh peralatan Intilasi elektrial yang sudah terpasang di tempat itu,tidak sesuai rekomendasi dari pemilik bangunan,Namun serah terima antara  contraktor dan pemilik bangunan bisa terlaksana,dan yang menjadi pertanyaan saat ini," kenapa bisa itu terjadi,ada apa ?".Tanya Narasunber penasaran.

Menurut informasi yang diterima oleh media ini bahwa PT. Waskita Karya adalah selaku kontraktor utama pembangunan gedung tersebut,kepada wartawan, itu  di benarkan oleh ibu Misryani yang mengaku selaku penanggung jawab di pusat rehabilitasi  BBN tersebut,untuk memastikan benar tidaknya telah terjadi serah terima antara contraktor dengan BNN Provinsi Kepri, Misryani mengaku setahunya belum ada serah terima.

"Masalah serah terima ,setahu belum ada,namun saya tidak tahu pasti,dan untuk lebih jelasnya ditanyakan ke BNN RI saja." Ujar Misryani memastikan.

PT. Waskita Karya adalah selaku contraktor utama,dan Sub Contraktor (subcon)nya untuk bagian elektrikal menurut narasumber dikerjakan dari perusahaan milik negara asing yaitu Malaysia ,katanya lagi, bahwa semua alat elektrikal yang sudah terpasang di tempat itu tidak mengikuti  rekomendasi dari pemilik gedung atau sesuai dari speknya,diduga ada permainan,bahkan terindikasi ada penggelembungan dana untuk mengaminkannya,bagaimana bisa,pendirian bangunan telat  selama lima bulan !,kata narasumber yang enggan menyebut namanya itu lagi ,bahwa spek-spek bangunan itu,juga perlu dipertanyakan kembali.

Untuk berita yang lebih berimbang ,wartawan media ini juga mempertanyakan hal serah terima tersebut,namun bagian Humas BNN  yaitu Della Sutyawan kepada media mengaku tidak mengetahui haln itu,alasannya bahwa pembanguna pusat rehabilitasi tersebut tidak berhubungan dengan BNN.

" Oh itu kita tidak tahu,lagipun tidak ada hubungannya,makanya kita tidak mengetahuinya." Ucapnya singkat.

Klik disini untuk melihat melihat kondisi Gendung BBN Provinsi Kepri

 



loading...