Thursday, 6 November 2014

Camat Galang Katanya,Coba Hentikan Pembangunan Sektor Wisata di Pantai Melur

"50 Pekerja Alat berat jadi nganggur,Pekerja sepakat akan demo Camat Galang"

Batam,Dinamika Kepri - Sepertinya masalah-masalah demi masalah,terus datang silih berganti menghinggapi sang pemilik lahan Pantai Melur,padahal sang pemilik lahan seluas 20 hektar yang ada di Pantai Melur itu,katanya saat ini tengah mengkonsep, bagaimana agar tempat yang dahulunya tempat wisata seadanya itu,dapat dijadikan  menjadi sektor wisata  bertaraf Internasional,yang tujuannya untuk mendongkrak devisa negara.

Namun apa yang terjadi,selalu ada masalah terindikasi ada kepentingan,sebelumnya,bebargai polemik yang timbul,telah selasai dilakukan oleh pemilik Lahan yang juga salah satu pengembang property di Batam itu,

Kini masalah timbul lagi,bahkan yang lebih gawatnya lagi,masalah itu datang dari seorang pejabat pemerintah yang menjabat Camat di tempat itu,pejabat selaku camat yang bernama Asraf itu,bukannya mendukung ,malah camat itu terkesan ingin menghentikan pembangunan disektor wisata tersebut.

Kata narasumber kepada media ini 5/11/2014 kemarin sekitar pukul 6 sore, Asraf selaku camat Galang datang kelokasi dan melakukan penghentian alat-alat yang sedang bekerja,akibatnya,sebanyak 50 pekerja berat harus mengalami kerugian saat itu,pasalnya karena tidak bisa bekerja lagi,tidak sampai disitu,hari ini juga 6/11/2014 ke 50 pekerja itu juga tidak bekerja,bahkan menurut informasi,para pekerja katanya akan melakukan orasinya kekantor Camat Galang,selain itu pekerja juga menuding bahwa camat telah sengaja ingin memutuskan mata pencaharian sehari-hari mereka.

Untuk memastikan hal tersebut,media ini mencaba menghubungi Asraf selaku camat di tempat itu (Galang),Kata Asraf kepada media ini,tidak ada kepentingan dan tujuan lain.

" Saya tidak melakukan penghentian,hanya saja untuk mengawasi aset-aset pemerintah yang ada disana,lagian bukan saya sendiri,ada Rudi Panjaitan dari Dinas pariwisata juga hadir saat itu." Kata Asraf yang baru beberapa bulan menjabat di Galang itu ,memastikan.

Untuk melengkapi pernyataan dari Asraf tersebut,media ini juga mencoba  menghubungi  Rudi Panjaitan selaku Kasi di Dinas Pariwisata dan kebudayaan (disparbud) kota Batam,namun Hanphone Celularnya tidak aktif lagi.

Tidak sampai disitu,untuk mendapatkan perimbangan berita benar tidaknya Camat Galang telah menghalangi pembangunan sektor wisata tersebut ,media ini juga mencoba menghubungi salah satu ketua pemuda setempat di daerah itu,Namun ketua Pemuda tersebut belum bisa memberikan jawabannya,pasalnya yang bersangkutan mengaku tengah melakukan rapat.

" Maaf,saya lagi rapat,nanti saya informasikan kembali,." Jawabnya singkat.

Minimnya sektor wisata Batam  saat ini,media ini juga meminta tanggapan kepada kabag humas pemko Batam yaitu Ardiwinata,kata Ardi pemerintah kota Batam selalu mendukung upaya pembangunan disektor pariwisata yang ada di Batam.

" Tentu pemerintah kota Batam selalu mendukung yang namanya pembangunan di sektor pariwisata,itu telah dilakukan,pemerintah kota berupaya bagaimana agar sektor wisata itu berkembang pesat,namun harus melalui step holder yang ada,saat ini pemerintah Batam juga tengah merancang segala pendukung dari infrastruk wisata tersebut,baik bekerja sama dengan  bea cukai,karantina,polisi Pariwisata,pihak bandara,pelabuhan dan termasuk juga pengadaan jasa angkutan seperti blue bird dan yang lainnya, dinama sektor wisata Batam sangat terkenal dengan destinasi wisata laut dan baharinya,sudah tentu akan menambah minat dari pengunjung lokal maupun internasional,maka dengan adanya destinasi laut tersebut,Batam layak menjadi pusat wisata lokal maupun internasional." Terangnya.

Ketika awak media ini menayakan ,apakah  pemerintah kota Batam mendukung pembangunan wisata bertaraf internasional di Pantai Melur tersebut,Ardiwinata selaku Humas dari Pemerintah kota Batam menyatakan,sangat mendukungnya.

" Tentu..Pemerintah Kota Batam sangat mendukung Pembangunan Pariwisata yang ada di Pantai Melur saat ini." kata Ardi memastikan. (Ag)

Editor : Agus Budi T