Friday, 7 November 2014

2000 Ton Limbah Dari Pulau Sambu Masuk Batam

Batam,Dinamika Kepri - 2000 ton Limbah masuki Batam,limbah yang katanya bukan limbah B3 itu masuk dari pelabuhan CPO Kabil tepatnya di Pelabuhan Pertamina Tongkang kabil dengan memakai kapal Tongkang.

Sampah yang sudah menghitam itu diantar lansung memakai dump truck ke Tempat pembungan Akhir (TPA) Telaga Punggur tampa penutup terpal,di TPA punggur sampah atau limbah yang diduga B3 itu di tumpahkan,kedatangan limbah selalu dinanti oleh para pengais rezeki(pemulung=red) di tempat tersebut,kata pemulung kepada media ini limbah itu membawa keberuntungan,sebab dari sampah itu banyak didapatkan limbah material ekonomis laku jual ketempat penampung rongsokan,katanya ada seperti berbahan logam  berlumurkan oli yang sudah menghitam bercapur dengan limbah tersebut.

Di TPA ,Seorang penjaga yang bernama Joko kepada media mengaku tidak mengetahui apa status Limbah tersebut,dirinya mengaku hanya menjalankan tugas saja.

" Saya tidak mengetahui persis,saya hanya bekerja sesuai tugas saya." Ucap Joko singkat. 

Sekitar jam siang pada Jumat,7/11 tadi,Polisi dari mapolsek Noungsa juga terlihat sempat menahan 2 unit dump truck bermuatan limbah hitam,bahkan terlihat personil polisi yang memakai baju biasa juga mengabadikan penahanan dump truck tersebut,Selain mengambil dokumentasi ,pihak polisi juga mengambil semple limbah itu.

Namun tidak diketahui apa yang terjadi,hanya berkisar durasi puluhan menit,kedua dump truk yang ditahan sebelumnya itu ,telah diperbolehkan pergi  oleh polisi untuk melanjutkan aktivitasnya kembali.

Tidak sampai disitu,media ini membentuk tim untuk melakukan investigasi,temuan dilapangan menyebutkan kalau limbah itu berasl dari Pulau Sambu di sekitar belakang Padang.

Ketika media menghubungi Kadis DKP kota Batam,yang bersangkutan enggan menggangkat,dicoba confirmasi melalui pesan singkat,Kadis DKP itu pun juga enggan menjawab, terkesan memilih bungkam.

Lain pula dengan kepala Bapedalda Kota Batam Yaitu Dendi Purnomo,ketika dikonfirmasi dengan temuan itu,mengaku tidak mengatahui kalau aktivitas itu telah terjadi,katanya tidak mengetahui dan akan mengirim tim untuk mengcroscek kelapangan.

" Saya belum mengetahui,tetapi saya akan segera mengirim Tim turun untuk mengcroscek kelapangan." Jawab Dendi Purnomo memastikan,Namun ketika menunggu sekian lama,tim yang dimaksud Dendi tak kunjung tiba.

Telusur punya telusur,bahwa informasi yang dihimpun media ini dilapangan mengatakan,kalau transportir masuknya limbah itu ke Batam adalah perusahan penampung Limbah,yaitu PT.Desa air Cargo dan PT JTR.

Menurut Kurniawan selaku pemilik PT .Desa air Cargo kepada media ini,ketika dikonfirmasi mengatakan kalau aktivitas pemindahan Limbah dari Pelabuhan CPO ke TPA Punggur itu ungkapnya telah memiliki perizinan yang lengkap,bahkan Ia menyatakan kalau pihak Bapedalda Kota Batam sendiri juga telah mengetahuinya.

" Itu izinnya sudah lengkap semua,jauh-jauh hari juga sudah pernah dirapatkan,semua lengkap,notulennya juga ada,selain DKP,Bapedalda juga telah mengizinkannya." Tegasnya memastikan kepada media ini via celularnya.

Kepada Dendi Purnomo selaku kepala badan pengendalian dampak lingkungan,media ini kembali memastikan kebenaran pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya,sebab menurut ucapannya,tidak mengetahui aktivitas tersebut, Namun pernyataan pemilik PT .Desa air Cargo mengatakan kalau bapedalda telah mengetahuinya,ketika dipastikan Kepada Dendi Purnomo benar tidaknya pernyataan itu,sampai saat ini,kepala bapedalda Kota Batam itu ,tidak menanggapinya.