Wednesday, 8 October 2014

Walau Kedua Kakinya Tak Sempurna,Rini Simbolon Tidak Pernah Merasa Minder

Batam,Dinamika Kepri - Tubuh yang tidak normal dari biasanya, yah.. begitulah  yang kini  dialami oleh wanita berdarah batak kelahiran tahun 1999 silam ini.Rini Simbolon namanya ,Ia adalah anak dari pasangan Simbolon Dan Boru Tampubolon , Rini kelahiran Medan   5 Mei 1999 pada tahun yang silam ini, adalah tergolong wanita yang tegar dan tidak pernah mengenal rasa minder dengan kondisinya saat ini, di umurnya yang tengah beranjak dewasa ini ,dia tidak pernah mengeluh akan kondisi yang ia alami,  bahkan setiap hari ,dirinya selalu  beraktifitas melakukan pekerjaan rutinitasnya seperti wanita normal pada umumnya.

Rini adalah anak kelima dari enam bersaudara , saat ini ia tinggal bersama kakak kandungnya di blok HH nomor 30 Bukit Kamboja kelurahan Sei Pelunggut  kecamatan Sagulung Batam , Provinsi kepulauan Riau(Kepri).

Di rumah kakak kandungnya itu,Rini mengaku  melakukan pekerjaan rumah tangga,yaitu membantu kakaknya mengasuh anak, mencuci dan memasak,namun semua pekerjaan itu ia lakukan dengan senang atas kehendak sendiri dan bukan atas suruhan dari siapapun, katanya ,sebagai wanita ,pekerjaan itu adalah pekerjaan wajar dilakukan .

Selain itu , wanita yang pernah mengenyam pendidikan smp selama seminggu di Medan ini ,mengaku masih kepingin bersekolah lagi, namun melihat kondisinya seperti itu, menurutnya sangat tidak mungkin  kalau dirinya bisa melanjutkan pendidikannya di kota Batam.

Katanya ia takut kalau dirinya akan menjadi cemohon atau  ejekan para teman sekolahnya sebagaimana seperti pengalamannya ketika ia bersekolah di Medan dahulu.

"Aku masih kepingin sekolah,tetapi aku takut akan jadi cemohan dan ejekan teman-teman di sekolah nanti,dengan kondisiku seperti ini,aku takut seperti kejadian di sekolah  SMP dulu,akibat dari ejekan teman-teman di sekolah,aku sering menangis bahkan melihat kondisiku yang seperti ini,bahkan kedua orang tuaku juga ikut menangisi diriku,akibatnya aku putuskan keluar dari sekolah,dan berhenti sekolah untuk sementara,seingatku, cuma 1 minggu  aku menginjak pendidikan SMP di sekolah itu,tidak lama setelah itu,aku hijrah ke Batam kerumah kakakku." Ucap Rini saat itu mengenang.

Ketika media ingin mengabadikan dirinya dengan camera untuk pemberitaannya,Rini sempat menolaknya,katanya untuk apa,namun bujukan seorang ibu dari salah satu  tetangganya,akhirnya Rini mengizinkan wartawan mengambil gambarnya.

Tertariknya media ini mengekspos dirinya,semata-mata hanya kepentingan publik,tujuannya agar Rini ini tentunya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang yang saat ini senasib dengannya.
Dimana diketahui saat ini ,banyak orang yang memiliki kekurangan,cendrung selalu merasa minder dan kerap mengurung diri karena hilang percaya diri.akibatnya banyak yang berakhir tragis,dan bunuh diri.

Setidaknya dengan melihat semangat Rini ini, bisa menjadi inspirasi yang positif bagi banyak orang,dimana orang yang sinasib dengannya dapat tetap semangat menjalani kehidupannya .

Selain memberikan inspirasi ke banyak orang ,setidaknya,  bisa juga menggugah hati para pejabat pemerintah kota Batam  untuk memperhatikan nasib para penderita seperti ini ,bagaimanapun orang-orang seperti Rini ini, tentu memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan pemerintah agar orang-orang seperti Rini juga dapat menyongsong masa depannya.

Bagaimanapun, Rini dan Rini-Rini yang lainnya juga adalah anak bangsa yang perlu di perhatikan oleh pemerintah,apalagi Rini saat ini masih ingin bersekolah ,diduga karena keterbatasan ekonomi hingga Rini harus menghentikan sekolahnya.

Melihat dan menimbang hal itu terjadi,alangkah baiknya kalau ada dermawan yang  bisa membantunya.

Tidak menutup kemungkinan juga,bahwa penyakit Rini dari masa kecil ini  bisa di sembuhkan dengan cara medis,sebab menurut Rini,keanehan yang ada  pada kedua kakinya itu karena bukan bawa lahir melainkan karena dugaan mall praktek dokter terhadapnya ketika ia masih bayi.

Rini anak ke 5 dari 6 bersaudara,katanya hanya dirinya yang mengalami hal demikian,dan kelima saudara laki-laki dan perempuannya semuanya Normal,Rono mengalami cacat fisik ,kedua kakinya pendek,dugaan sementara, sepertinya penyakit Rini ini timbul ketika ia sudah dilahirkan.

Sebagaimana pengakuan Rini ,ia lahir sangat normal,diduga ketika di masa bayinya dahulu   sepertinya  Rini ini terkena lumpuh layu,namun Rini manampik kalau ia pernah mengalami lumpuh layu di masa kecil.

Katanya ,ketika masih bayi dahulu, ia pernah diberikan suntikan vaksin polio padahal masih dalam keadaan demam tinggi.

Diduga minimnya pengetahuan orang tuanya  tentang  vaksin polio saat itu,membuat Rini yang memiliki wajah rupawan ini  harus mengalami akibatnya.

Dengan kondisinya saat ini,Rini hanya  berharap bisa bersekolah lagi, namun terkait penyembuhan kedua kakinya agar bisa normal kembali,ia terlihat sangat pesimis ,namun ketika ibu tetangga itu kembali mengatakan, bahwa kedua  kaki  Rini  bisa normal dengan cara dipress cara medis,Rini  terlihat tampak senang dengan beribu harapan.

Tanggapan dari Medis. 

Ketika Media ini meminta tanggapan dari Salah satu Dokter Ternama Batam Yaitu, Dr.Amir Hakim Siregar SpOG mengatakan,bahwa penyakit yang kini di derita oleh Rini tidak ada hubungannya dengan Suntikan Vaksin Polio.katanya itu bisa saja disembuhkan,namun sangat kecil untuk kemungkinannya, tetapi kita tidak bisa memvonisnya dahulu.


 
" Suntikan Vaksin Polio dimasa kecilnya ,jelas tidak berhubungan dengan perkembangan Tulang,biasanya bila ada kesalahan ,Vaksin polio  hanya dapat menyerang pertumbuhan otot dan bukan pada tulang,terkait bisa  tidaknya penderita ini untuk sembuhkan,tergantung pada kondisinya walaupun  kemungkinannya bisa sangat kecil,tetapi perlu dicek dahulu,kita harus memeriksa bagaimana dengan perkembangan hormon dan kromsom si penderita itu,dengan hasil pemeriksaannya nanti,ya..setidaknya kita dapat menyimpulkan apa langkah yang harus dilakukan untuk selanjutnya." Terang Dokter tersebut menanggapi dari Celularnya. 

Namun setelah Dr.Amir Hakim Siregar SpOG ini melihat gambar sipenderita ini dengan lebih seksama,Amir berpendapat ,bahwa penderita ini telah mengalami kelainan Kromosom yang sangat besar atau yang disebut dengan Sindroma Tunner.

Editor : Agus Budi T