Wednesday, 22 October 2014

TERKAIT PERMASALAHAN PANTAI MELUR, BELASAN WARGA PANTAI MELUR MENGADUKAN NASIB MEREKA KE PERESIDEN

 
{[["☆","★"]]}

Batam,Dinamika Kepri-Akibat merasa kurang diperhatikan pemerintah kota Batam, maka belasan warga pantai Melur berangkat ke ibu kota Jakarta untuk menemui presiden di istana merdeka, (22/10/2014). 


Katanya warga yang akan berangkat menuju ke istana tersebut, sangat berharap bisa menemui peresiden dan mengeluh kesahkan nasib yang mereka alami.

Sony warga pantai Melur mengatakan sudah cukup lama menahan permasalahan ini terjadi. Kata dia sampai saat ini pemerintah kota Batam sendiri juga belum ada solusinya. Namun yang paling ia sangat disayangkan, tindakan orang yang diduga merusak rumah warga tersebut sampai saat ini belum bisa ditangkap penegak hukum.

Lebih lanjut lagi kata Sony pihaknya yang tergusur tidak percaya lagi terhadap pemerintahan Pemko Batam maupun BP Batam, karena terkesan telah menelantarkan warga Pantai Melur.Seharusnya dua instansi pemerintahan ini menunjukkan abdinya, ketegasan, transfarannya, maupun perlindungan hukum atas kejadian maupun musibah yang menimpah rakyatnya. tetapi itu tidak ada.

Kata dia lagi, Ini malah diam, sehingga terkesan tidak ada kepastian hukum, seolah-olah yang terjadi ini kesannya sudah kongkalikong antara Pemko Batam dengan pihak pengusaha. selain itu, Asset pemerintah kota Batam yang ada di Pantai Melur juga telah di kuasai pihak pengusaha bahkan sudah di bongkar, tetapi malah dibiarkan begitu saja, ada apa di balik semua ini. Jangan-jangan Walikota Batam sudah mendapat upeti dari penggusaha? kenapa ia lebih memilih bungkam?.

Selai itu lagi, Sony juga menuturkan, Rapat dengar pendapat (RDP) yang pernah dilakukan DPRD kota Batam  duganya juga terindikasi sebagai pembohongan publik.

Kata dia mengakhiri, Buktinya sampai hari ini, Pemko Batam dan BP Batam tidak ada upaya menempuh jalur hukum atas pengerusakan yang di lakukan orang - orang yang tidak bertanggung jawab itu, Aset pemerintah dirusak tapi dibiarkan.

Editor : Agus Budi T