Wednesday, 15 October 2014

Terkait Gula Pasir 2700 Ton Yang Telah Direekspor,Sidang KIP Ke- II Pemohon Hadirkan Saksi Ahli

Batam,Dinamika Kepri-Persidangan tentang keterbukaan informasi Publik terkait direeskpornya gula pasir sebanyak 2700 ton kenegara asalnya Thailan,siang tadi 15/10/2014 digelar kembali di gedung bersama milik pemko Batam di Batam Center.

Disidang kedua ini ,pemohon juga menghadirkan saksi ahli dari BP kawasan yaitu bapak Tri Adrianto,dimana kehadiran saksi ahli tersebut untuk menjelaskan tentang prosedur pengiriman barang Impor yang sah dan legal.

Namun dalam persidangan itu saksi ahli belum menyampaikan apakah gula pasir yang di order oleh PT Putra Batam Tempatan itu Resmi atau Illegal,Namun dalam penyampaiannya kepada majelis diruang sidang di KIP tadi, bahwa impor gula pasir tidak di izinkan menteri perdangangan lagi sejak tahun 2011 lalu,kecuali gula itu kawasan dari lokal.

Pemohon sendiri meminta agar BC Batam tidak berdelik lagi dan bisa menunjukan data direskpornya gula Pasir tersebut,Nampat Silangit selaku pemohon juga menduga kalau BC Batam telah melakukan pelanggaran hukum terkait impor dan direekspornya Gula Pasir 2700 ton tersebut.

" Okey kalau gula itu telah direeskpor,mana buktinya,data apa yang bisa menjelaskannya,kalaupun itu dikembalikan, siapa penerimanya disana,melalui kepelabuhan mana di kembalikan ,emang ada berapa banyak pelabuhan di Thailan,dari anggaran pemulangannya,kalau memang Impor gula itu legal ,kenapa tidak melalui pelabuhan yang sebenarnya,kenapa harus dari sana (Pelabuhan Kabil=red)." Terang Nampat dalam persidangan.

Sebelum menutup persidangan,ketua majelis KIP juga mengusulkan agar kedua pihak pemohon dan termohon bisa menyampaikan kesimpulan akhir dari masalah itu,dimana kesimpulan itu harus ada sebelum pembacaan putusan terakhir pada hari rabu mendatang yaitu tanggal 22/10/2014.