Saturday, 11 October 2014

Batam Jadi Kumuh ,Pedagang di Susah Diatur Gelar Lapak Di Sembarang Tempat

 

Tampak Pedagang Disimpang Panbil Ini ,Terus memaksa menggelar lapaknya padahal petugas Sat-pol PP sudah melarangnya.

 Tampak Istrahat ,Terlihat para petugas penertiban kota Batam tengah beristirahat .

Papan pengumuman,walau ada pemberitahuan di papan pengumaman,para pedagang mengangkanginya,sepertinya yang dilarang itu hanya di bawah tiang papan pengumuman saja.namun kalau disampaingnya tidak dilarang.

Tempat penitipan,selain tempat berdagang,Lokasi ini juga tempat penitipan alat property dagangan,akibatnya suasana di simpang Panbil menjadi kumuh. 

Batam,Dinamika Kepri - Tidak tegasnya tindakan dari Sat- Pol PP Batam terhadap para pedagang yang menggelar dagangan di sisi jalan maupun ditrotoar pejalan kaki di simpang Panbil Muka Kuning, membuat pedagang tesebut telah merusak pemandangan.

Akibatnya sering macet,pasalnya selain pedangang mengelar lapaknya,angkutan  antrian Tanjung Piayu juga ngetime di tempat itu.

Namun walau dilarang,para pedangang enggan beranjak,walau dipelototi sat-pol PP yang jaga di pos saat itu,salah satu pedangang memberanikan diri melebarkan tenda gerobaknya,namun petugas Sat -Pol PP hanya melihat-lihat,sepertinya  Sat -Pol PP tersebut sudah bosan melarangnya.

Minimnya kesadaran masyarakat akan peraturan diduga menjadi dalih untuk kesempatan,akibatnya telah membuat kota Batam  sulit untuk ditata.namun walau begitu pemerintah tetap berusaha,walau masyarakat terus membandel.

Selain Simpang Panbil muka kuning,kawasan Nagoya dan Jodoh juga sudah perlu diperhatikan,pasalnya saat ini daerah sudah seperti  tidak beraturan, kondisinya terlihat seperti kapal pecah,dan sampahpun berserak hingga dimana-mana.