Sunday, 5 October 2014

Kisah Realita Hidup Sang Pramuria Berparas Cantik

"Tidak ada wanita yang memilih hidup jadi seorang pelacur "

Batam,Dinamika Kepri - Surat dari pembaca, Pertama sekali saya mengucapkan trimakasih  kepada tim media dinamikakepri.com karena telah sudi mendengar dan menuliskan semua kisah pegalaman hidupku yang tidak sepatutnya dan tidak pantas untuk  diketahui oleh orang lain.

Namun dengan ini saya sengaja untuk menceritakanya ,setidaknya beban di dalam pikiranku bisa berkurang.

Kenalkan, namaku bunga(nama samaran)aku anak tunggal,usia kini telah berkepala tiga,aku berasal dari keluarga yang mapan,penampilanku juga menarik,saya berasal dari Jakarta, kehidupanku dahulunya sangat displin serta  serba berkecukupan, sebab kedua orang tua memiliki pekerjaan masing-masing,akibatnya dari kesibukan mereka itu,membuat kedua orang tuaku, tidak punya waktu bersama diriku.

Pada saat itu ,aku tidak perduli dengan hal itu ,yang penting semua kebutuhan belanjaku dapat terpenuhi oleh orang tuaku.

Usiaku terus bertambah hingga akhirnya melanjutkan study ku keperguruan tinggi di salah universitas swasta di Jakarta.

Namun ditengah asyik mengenyam pendidikan  , prahara datang menerpa rumah tangga orang tuaku ,keluarga kami berantakan ketika   ayahku ketahuan selingkuh dengan wanita lain ,sehingga ibuku meninggalkan ayah dan menceraikannya.

Melihat kondisi rumah tangga orang tuaku yang sudah berantakan itu, pendidikanku akhirnya terganggu dan aku sendiri memutuskan untuk berhenti dari kuliahku karena tidak mampu lagi untuk  membayar biaya kuliahku.

Melihat ayahku sudah menikah lagi ,sepertinya ibu tidak mau kalah dan menikah lagi .

Akibatnya ibuku tidak peduli lagi dengan diriku ,sebab  ibuku sendiri lebih memilih suami mudanya dari pada diriku,ibu  menikah dengan pria  yang jauh lebih mudah darinya.

Sebelum memutuskan hubungan dengan ibuku ,ayahku pernah berkata kepadaku, agar tinggal bersamanya tujuannya agar aku bisa melanjutkan pendidikanku.

Namun melihat putusan dari pengadilan, ibukulah yang mendapat hak asuh atas diriku,akupun ikut pada ibu.

Pernikahan ibuku yang kedua ini, sebelumnya terlihat bahagia, namun setelah berjalan 6 bulan ,suami kedua  yang lebih muda 15 tahun dari ibu itu ternyata ,hanya ingin menguras harta ibuku saja ,ketika ibu mengalami kebangkrutan dalam menjalankan usahanya ,suami kedua ibu itu malah pergi meninggalkannya begitu saja.

Melihat kondisi seperti itu ,akhirnya ibu pun jatuh sakit, pertamanya penyakit ibu hanya biasa- biasa saja, namun karena terlalu lama dirundung duka, akhirnya ibuku menderita penyakit stroke, badannya tidak bisa bergerak dan harus dirawat rumah sakit .

Selama ibu rumah sakit, terpaksa kami harus menjual rumah untuk biaya penyembuhannya, namun percuma, ibu pun meninggal setelah menjalani perawatan selama 2 bulan rumah sakit yang tidak perlu saya sebut nama rumah sakit tersebut.

Aku menangis histeris melihat ibu telah tiada, bahkan ayah aku juga tidak hadir dalam pemakaman ibu , bahkan sampai saat ini, ayah tidak tahu kalau ibu sudah meninggal.

Ketika peristiwa memilukan itu terjadi, aku hanya bisa meratapi nasib sendiri, bermodalkan sedikit uang yang ada, aku mencoba bertahan hidup dan mencari kontrakan di sekitar tempat tinggal kami.

Hari demi hari terus berlalu, bahkan uang yang kumiliki juga mulai menipis ,melihat kondisi seperti itu  ,aku   berusaha mencari pekerjaan , bermodalkan ijasah smaku, aku mencoba pergi melamar pekerjaan, namun hampir sebulan penuh menunggunya,satu lamaranpun tak kunjung ada yang merespon.

Tidak sengaja ketika aku duduk di teras kost di malam hari ,aku berkenalan dengan seorang wanita bernama Ana.

Ana adalah wanita seumuran denganku ,dia juga wanita yang cantik dan berpenampilan menarik, selain menarik ,saat itu, ia tampak berpakaian sangat seksi sekali,melihat itu aku bertanya kepadanya," mau kemana kak ,seksi kali pakaiannya ,apa enggak risih" tanyaku.dia menjawab mau kerja.

Sapaanku membuat kami jadi berkenalan, sebelum ia pergi beranjak kerja kami banyak cerita,bahkan ia berjanji akan menawarkan pekerjaan buatku.

Katanya padaku ,"kalau  mau bekerja di Bar seperti aku ,enak lho..kita hanya  menemani tamu minum saja ,selain kita udah cas kita juga dapat tip loh...gimana mau enggak kebetulan masih ada lowongan.",aku menolaknya,kataku pikir-pikir dahulu.

Sebelum dia pergi , kami sempat tukaran nomor hp, setelah Ana pergi , aku mulai merebahkan tubuh diranjang kamar kost ku.aku mulai  berpikir- pikir penawaran Ana , tetapi hati kecilku menolak,namun melihat kondisiku yang sudah semakin sulit , seperti tidak ada alasan untuk menolaknya, aku harus berjuang hidup, walau aku sudah hidup seperti sebatang kara ,bukan berarti aku harus menyerah , aku butuh biaya untuk melanjutkan hidupku, kalau bukan aku yang berjuang atas diriku siapa lagi? Pikirku saat itu.

Akupun memutuskan tekadku untuk   ikut bersama Ana bekerja di tempatnya,aku telah bertekad walau hati menolak,sebenarnya saat itu aku takut,waktu itu aku masih berusia 19 tahun,bahkan aku juga masih perawan,pasalnya selama aku sekolah dahulu ,aku tidak mau pacaran dengan pria manapun,aku lebih menjaga diriku agar tidak terjebak didalam pergaulan bebas dibangku sekolah.

Sebenarnya banyak teman pria sekelas yang menaruh hati padaku,namun aku tidak pernah meresponnya.

Sebenarnya bukan aku tidak mau pacaran, cuma aku saat itu takut patah hati,lagian aku berpikir untuk hal itu aku lebih berpikir bagaimana aku supaya bisa mendapat nilai yang bagus alhasil memang benar aku mendapatkan nilai yang tinggi ketika usai menjalani di tingkat sma dulu.



Tapi itu dulu, bahkan sekarang aku belum kepikiran untuk memiliki pacar,saat ini aku hanya berpikir bagaimana aku  bisa mendapatkan uang untuk bertahan hidup, lagian uang kost  sudah mendesak untuk segera dibayarkan, mau tidak mau,sepertinya aku harus menginyakan ajakan Ana Ya hitung cari pengalaman kerja juga.



Akhirnya 2 hari berselang,Ana datang kembali dan menanyakan apakah aku minat dengan tawarannya tersebut,aku menjawab  berminat tetapi,masih coba-coba dulu ya jangan kecewa kalau aku tidak seperti yang kamu harapkan,jawabku padanya,Ana pun menjawab, ya tidak apa - apa nama juga pendatang baru, nanti kamu pasti akan biasa, suka dan bertahan,kata Ana optimis.


Mendengar perkataan Ana,akupun makin semangat,walau aku masih deg-degkan ditambah lagi memakai pakain ketat yang memang belum pernah kulakukan ,menambah kencang detak jantungku.



Usai aku memakai pakaian seksiku yang pinjamkan Ana,kami pun berangkat ke bar yang tuju tempat Ana bekerja,dengan menaiki taksi sekitar 15 menit ,akhirnya kami sampai ketempat yang dituju.


Ketika hendak masuk kedalam bar,jantungku makin  berdetak kencang ,maklum daat itu aku lugu akan dunia malam,namun aku berusa menyembunyikan rasa grogiku.


Ketika berada didalam bar, aku melihat semua serba remang-remang,semua lampu menghiasi seluruh isi ruangan tempat itu terlihat kedap-kedip,ditambah lagi banyaknya wanita- wanita berpakaian seksi berdiri berjejer mirip seperti penerima tamu sehingga menambah eksotisnya tempat itu.

Para wanita itu menyapaku, hai- hai sapa mereka ,namun aku hanya senyum sembari terus berjalan sesuai perintah Ana.


Aku kaget ketika mataku tertuju pada salah satu dinding bar, jantungku tambah kencang melihat foto setengah telanjang yang menhiasi dinding bar,namun aku berusaha seperti merasa rileks dan menyembunyikan semua rasa kagetku.

Ana mengajak aku masuk kesalah satu ruangan,ternyata diruangan ada wanita  separubaya yang memang sudah menunggu kedatangan kami, Ana memperkenalkan aku dengan seorang mami itu, mami itu bernama Nita,akupun menyalamnya dan memperkenalkan diriku,usai perkenalan dan  berbicara panjang lebar ,lalu aku di suruh  mami yang bernama Nita itu agar bergabung dengan yang lainnya.


Kata Mami Nita ,saya bisa bekerja di tempat itu ,namun harus patuh segala peraturan Yang berlaku di bar itu,mendengar ucapannya itu ,aku mengangguk seperti menyetujuinya.


Akupun bergabung dengan yang lain,kulihat  Ana begitu seriusnya berbicara dengan Nita, namun aku tidak merasa curiga, ketika Ana  kulihat keluar dari ruangan Nita,tangan Ana terlihat seperti mamesukan sesuatu kedalam  tasnya,aku tanya apa itu, Ana terlihat gugup menjawabku, katanya dia baru terima gaji yang terlambat sebelumnya,mendengar itu aku tidak curiga.

Ana pun bergabung dengan yang lainya,ketika Ana bercengkrama dengan wanita yang lain,sesekali pandangan mereka tertuju padaku,namun cuek saja walau sebenarnya aku grogi.


Waktu terus berjalan,satu persatu wanita yang berdiri berjejer yang berpakaian seksi tadi semakin berkurang,satu demi satu mereka di cas tamu.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, tetapi aku belum di cas oleh tamu,sebenarnya ada tamu yang ingin mencasku,tetapi tahu apa masalahnya tamu itu batal mencasku.


Seingatku sekitar jam 2:15 wib pagi,aku kembali di panggil mami Nita,lalu aku masuk keruang kerjanya dan di persilakan duduk di sofa yang di tempat itu.



Setelah aku duduk,ibu Nita  bergegas menutup pintu tempat kerjanya,di dalam ruangannya aku ditayai seperti di interogasi, Ibu Nita mempertanyakan tentang pacarku hubungan dengan beberapa pria,dengan polos  aku  menjawab kepada Nita bahwa belum pernah pacaran dan berhubungan badan pria.


Mendengar pernyataanku,sepertinya ibu Nita dapat menyimpulkannya.dia tampak senyum- senyum saja dan lama memandangiku.


Melihat waktu yang sudah semakin pagi,dan rasa ngantuk mulai menhampiriku,melihat kondisiku, Nita mempersilakan aku untuk pulang lebih dahulu,kata Nita , Ana tidak perlu di tunggu sebab Ana sedang bersama tamu.


Akupun mengindahkan usulan Nita agar aku pulang lebih duhulu dari Ana,sebelum beranjak meninggalkan bar itu,Nita sang mami bar itu memberikan aku beberapa lembar uang pecahan 100 ribuan untuk persedianku sebelum gajian bulan depan.


Sebenarnya aku tidak mau menerimanya,sebab tidak logika dapat uang tampa bekerja,namun Nita memaksa akhirnya kuterima.


Bersambung....


Penulis : Agus Budi Tambunan.