Tuesday, 7 October 2014

Proyek Kemenpera Bukit Kamboja Dapur 12 Batam disoroti Media

Ir.Priyo : "  Di Proyek Kemenpera Bukit Kamboja Dapur 12 itu,  BP Batam Hanya Sebatas Pengalokasian lahan  dan memberikan legalitas saja ".

Batam,Dinamika Kepri -Program kesejahteraan rakyat yang digagas oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tak berjalan lancar di Batam Kepulauan Riau (Kepri). 

Pembangunan rumah super sederhana untuk warga berpenghasilan rendah di kavling Bukit Kamboja Dapur 12 kecamatan Sagulung Batam itu, Batam, dinilai telah membebani warga yang telah berdomisili disana.

Perumahan murah tersebut dibangun Badan Pengusahaan Batam selaku pemilik lahan. dan Dana pembangunannya berasal dari Kemenpera. Sejauh ini, hanya 85 unit rumah sudah dibangun di enam blok.padahal didalam pleningnya akan membangun 3000 unit rumah.

Saat ini Perumahan itu sudah ditempati  oleh beberapa warga ,bahkan katanya ,warga yang sudah menempati perumahan tersebut kini dibebani KPR sesuai dengan harga rumah, yakni Rp 48 juta.

Saati ini ,warga setempat mempertanyakan kembali keabsahaan legalitas tempat tinggal mereka itu,akibatnya,muncul di beberapa pemberitaan di media yang mengatakan bahwa ketidak nyamanan mereka berhulu dari BP Batam.

Seperti berita yang dilansir oleh media Info Nusanatara,merilis judul " Proyek Percontohan rumah Bernilai Miliaran terindikasi menyimpang ",di dalam pemberitaannya juga menyebutkan nama salah satu pejabat lantai 1 Bp Batam yaitu Ir.Priyo ,sepertinya didalam pemberitaan itu Ir. Priyo adalah salah satu yang bertanggung jawab dalam proyek rumah super sederhana tersebut,namun hingga berita itu dimuat Ir Priyo sendiri belum menanggapi hal tersebut.

Menanggapi pemberitaan tersebut,siang tadi 7/10/2014, di sela-sela waktunya ,Ir Priyo kepada wartawan ini di kantornya menyatakan,  bahwa di proyek Kemenpera Bukit Kamboja Dapur 12 itu,  BP Batam Hanya Sebatas Pengalokasian lahan  serta memberikan legalitas saja. 

" Di Proyek Kemenpera Bukit Kamboja Dapur 12 itu,  BP Batam Hanya Sebatas Pengalokasian lahan  dan memberikan legalitas saja." Tegasnya. 

Menanggapi pernyataan Ir Priyo itu,media ini mencoba mengklarifikasinya kepada Rustam,dimana katanya bahwa Rustam pada saat itu adalah sebagai Fasilitator di pembangunan Pembangunan rumah super sederhana tersebut,bahkan dalam pengakuannya, Rustam membenarkan pernyataan Ir Priyo tersebut.

" Itu benar,BP Batam hanya bertugas mengalokasikan lahan serta keperluan perizinannya saja,tidak kurang dan tidak lebih." Katanya.

Menanggapi ada pemberitaan yang mencuat di beberapa media tentang pembangunan rumah sederhana itu,Rustam sendiri mengaku belum mengetahui hal itu,Katanya belum tahu.

" Saya belum mengetahuinya,berita apa itu,lagian kalau ada masalah dengan pembangunan itu,kenapa tidak confirmasi atau klarifikasi kesaya,setahu saya tidak ada masalah dalam pembangunan itu,dan kalaupun ada kesalahan,alangkah baiknya dilaporkan ke kepolisi saja." Pungkasnya.

Sebelum menutup perbincangannya,Rustam yang mengaku Mantan wartawan TV itu juga mengatakan,agar rekan-rekan wartawan,jangan suka mengungkit-ungkit kesalahan orang yang tampa ada bukti-bukti yang jelas,apalagi itu untuk pemberitaan,tentu dengan hal itu,bisa membuat masyarakat jadi terpancing dan terprovokasi,Ucap Rustam mengakhiri via celularnya.